Langsung ke konten utama

Sejujurnya

Membiarkanku terus bisu
Dalam terbatasnya ruang yang kubuat sendiri
Takut menjadi alasan yang menjadi
Tiada jalan tuk ini

Bangunkanku dalam lelap barang sesaat
Bahkan ketakutannku dalam sesak
Memasukkanmu dalam ruang
Terbatas olehku

Dengarkan suaraku dalam paksaku
Seakan ini seperti adanya
Salahkan aku jika ini tak sejujurnya
Perangkap jiwa yang lesu

Sebanarnya mesti kuakui
Tak ada tepi dan alasan
Mengapa jadikan ku begini
Dimana harus kulakukan dan kumulai

Haruskah kuakui sejujurnya
Kaulah penyumbat sesak ini
Sebenarnya rasa yang kusebut
Seperti adanya sayang yang tertambat
Dalam cinta yang tertahan
Dalam sejujurnya yang kulakukan

Komentar

Tulisan Populer

Kenangan Kambing

Entahlah kemarin pada saat selesai membaca sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Krishna Pabichara, saya kemudian terkesan dengan semangat yang dimiliki oleh Dahlan dan Teman-temannya. Ada sebuah mozaik yang tertangkap oleh zaman dan akan terus terkenang oleh masa atas sebuah pencapaian mimpi anak manusia dan disertai dengan kerja keras. Banyak hal, banyak nilai yang dicatut dalam novel tersebut salah satu kata yang paling saya senangi dalam novel ini adalah “orang miskin cukup menjalani hidup dengan apa adanya”. Novel yang diangkat dari biografi hidup Dahlan Iskan (Menteri BUMN saat ini), walaupun begitu tetaplah cerita yang ditulisnya adalah sebuah fiksi yang ditambahkan bumbu tulisan disana-sini agar menarik tapi tetap memiliki keinginan kuat untuk menggambarkan kehidupan Dahlan Iskan, yang saat ini menjadi salah satu tokoh yang banyak menjadi inspirasi. Namun ada satu aktivitas Dahlan dalam cerita ini yang langsung memberi sebuah kenangan flashback bagi saya, ...

Bolimo Karo Somanamo Lipu...?

Tulisan ini Adalah Tulisan saya untuk Kolom Opini Radar Buton, dimuat pada harian tersebut di edisi Kamis, 27 desember 2012. Hanya sekedar tulisan yang menjadi keresahan saat ini terhadap pemahaman dan kesadaran kita terhadap daerah Buton.