Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Siapa Pemimpinmu?, Siapa Atasanmu?

Pernah anda menyadari tentang tema pemimpin dan atasan itu yang mana?. Sebagian orang menganggap bahwa pemimpin itu sama saja dengan atasan. Secara objek pemimpin dan atasan boleh jadi sama, namun secara substansi tentu sangat berbeda. Terlepas dari itu, Topik ini memang cukup memiliki daya pikat tersendiri, apalagi diskusi ditemani kopi dan beberapa potong roti bakar. Tapi tanpa asap rokok, iye?.

Dosen, Menulis dan Saya.

Menulis itu serupa mengumpulkan gagasan-gagasan lalu membekukannya dalam kata-kata. Melalui tulisan juga, gagasan dipelihara dan disebarluaskan. Menjadi dosen atau pengajar memiliki visi mulia untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan, gagasan dan sekaligus membentuk karakter. Dalam dunia akademik, menulis tentu bukan hal tabu. Seorang dosen harus kemampuan mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge) , melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk dua point terakhir, tentu harus ditunjang dengan kemampuan menulis. Semudah itukah?

Harjuna: Melampaui Diri Sendiri

Seringkali hal-hal kecil mampu memberi dorongan besar dalam diri untuk berubah, namun tidak jarang pula karena hal-hal kecil membuat diri menjadi pesimistis untuk melakukan sesuatu. Kita kemudian membuat batasan-batasan diri sendiri, atas sesuatu yang sebenarnya belum tentu seperti apa yang kita bayangkan. Ketakutan/ kekhawatiran pada akhirnya lebih besar daripada masalah itu sendiri. Saya Menemu seseorang, Harjuna namanya penyandang Tuna Netra. Ia memiliki tekad untuk berkuliah di Universitas Muhammadiyah Buton di tengah keterbatasannya, ia memberi contoh orang-orang yang mengalahkan keterbatasannya, ia melampaui dirinya. Apa saja inspirasi yang bisa diserap dari nya?

Universitas Muhammadiyah Buton dan Perubahan

"To live is to change, ad to be perfect is to change often" [ Hidup adalah perubahan. Kalau anda ingin lebih sempurna, anda harus lebih sering berubah ] " John Hendry Newman "  Perubahan adalah keniscayaan, untuk itu hanya ada dua pilihan menjadi adaptif dengan perubahan atau menyerah terhadap perubahan. Untuk menjadi adaptif memang tidak mudah, kita harus mempersiapkan materi, tenaga, ide dan tentu waktu untuk itu. Namun, perubahan selalu menjanjikan adanya perubahan yang lebih baik, jika kita mampu berdamai dengannya.

Harjuna: Melampaui Diri Sendiri

Seringkali hal-hal kecil mampu memberi dorongan besar dalam diri untuk berubah, namun tidak jarang pula karena hal-hal kecil membuat diri menjadi pesimistis untuk melakukan sesuatu. Kita kemudian membuat batasan-batasan diri sendiri, atas sesuatu yang sebenarnya belum tentu seperti apa yang kita bayangkan. Ketakutan/ kekhawatiran pada akhirnya lebih besar daripada masalah itu sendiri. Saya Menemu seseorang, Harjuna namanya penyandang Tuna Runggu. Ia memiliki tekad untuk berkuliah di Universitas Muhammadiyah Buton di tengah keterbatasannya, ia memberi contoh orang-orang yang mengalahkan keterbatasannya, ia melampaui dirinya. Apa saja inspirasi yang bisa diserap dari nya?

Menilai, Memberi Nilai dan Klasifikasi Mahasiswa

Akhir semester begini, selain memberi ujian mahasiswa sebagai dosen, kita juga dituntut untuk menilai dan memberi nilai kepada mahasiswa. Mudah? tentu saja kedengarannya begitu. Namun tidak semua yang enak didengar juga akan enak dilakukan.Kenapa menilai dan memberi nilai begitu men"dilema"kan?