Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Sekolah Lagi

Mengawali bulan Maret ini dengan beberapa catatan, kebetulan hari ini juga perkuliahan dimulai (semester 2) setelah liburan semester yang cukup panjang. dan hampir semua hari-hari dalam liburan kali ini dihabiskan diantara Kost-an dan Kampus. Berkutat dengan buku-buku yang dipinjam dari perpustakaan kampus dan beberapa yang dibeli dari hasil menabung uang makan. Istimewanya adalah, Alhamdulillah nilai yang diperoleh semester kemarin memuaskan lah. tidak ada yang perlu didiagnosis "kegemukan" atau "pecah", sehingga hampir semua nilainya membentuk sudut lancip segitiga. silahkan dipikir sendiri bentuk nilai yang sudah dideskripsikan diatas.

Pahamkan Mereka Dengan Sederhana

Beberapa waktu lalu, ketika singgah untuk sedikit ngopi di salah satu angkringan depan kampus. sembari mengisi pandangan pada serangkaian jalur jalan, mobil motor hingga bus-bus besar luar kota berlalu lalang. entah mereka seperti memparodikan jalannya kehidupan di depanku, yakni kehidupan itu dijalani dan selalunya bergerak kedepan. Namun ada yang berbeda dengan bapak angkringan (yang saya panggil pak Le'), pertanyaan yang berbeda seperti biasanya kalau saya singgah di angkringannya. awalnya pak le' cuman bertanya saya sering sholat subuh berjamaah ke masjid? saya bilang iya, tapi tidak sering juga sih karena kadang ketiduran heheheh. katanya lagi, saya mau berjamaah subuh juga, nanti kita sama-sama ya? (cuman mengangguk dan tersenyum tidak ada yang bisa saya katakan). 

Proses Belajar itu Proses Memahami Diri Sendiri

Picture From Here Dalam belajar, kita tentu akan menemukan banyak pemahaman tentang berbagai hal. Belajar menjadikan kita memahami sesuatu yang belum diketahui menjadi sesuatu yang di ketahui. Perolehan pengetahuan yang kemudian menjadi sebuah ilmu, yakni dilalui melalui proses belajar. Namun, seyogyanya belajar itu adalah akan menyadarkan kita mengenai pemahaman tentang diri sendiri. Menurut saya, belajar itu seperti apapun khazanah yang ditelusuri dalam prosesnya tapi menjurus pada satu hal, memahami diri sendiri.

Today Is Not Valentine but International Hijab Day

picture from here Tanggal 14 februari katanya sih adalah hari kasih sayang atau disebut hari valentine, makanya pada hari itu orang-orang yang menyakininya mengungkapkan perasaan sayang mereka dengan berbagai cara. hari ini juga identik dengan pemberian cokelat dan bunga, sebagai wujud perasaan sayang kepada pasangannya. padahal kebiasaan ini sangat jauh berbeda dengan sejarah kenapa mesti ada hari valentine itu sendiri. dimana kebiasaan ini adalah sebuah kebiasaan suatu sekte tertentu yang kemudian dipelihara hingga hari ini. sebagai muslim, tentunya kebiasaan seperti ini bukan dari bagian ajaran agama. karena barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia merupakan bagian kaum tersebut. tentunya Islam itu agama cinta, tak perlu dibatasi pada hari apa dilakukan, dengan benda apa diungkapkan, atau persyaratan apapun. karena saya yakin cinta tak pernah memberlakukan syarat, dengan syarat akan memperlemah cinta. sepakat?

........Sudah di Surga.!

Rahasia jodoh, rejeki dan kematian adalah bagian dari ketetapan-Nya, yang patut kita senantiasa berprasangka baik terhadap itu. tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tanpa sebab musababnya, dan tanpa ketiadagunaan, semua terhadirkan karena ada sebuah hikmah bagi orang-orang yang mengerti.

Menjadi Kelompok yang Sedikit; Kenapa Takut?

Gambar disini Beberapa orang mengikuti sesuatu karena beranggapan banyak orang yang melakukan hal tersebut, terlepas apakah hal itu baik atau buruk baginya. Kondisi ini juga dicerminkan dalam sistem hari ini, dimana mayoritas adalah patokan dilakukannya sesuatu dan kecenderungan mengeyampingkan kondisi minoritas menjadi konsekuensi terjadinya hal ini. Pihak yang sedikit seringkali menjadi bagian yang terpinggirkan, karena tidak memiliki basis dukungan yang kuat. Dalam Pemilu dan Pilkada contohnya, kelompok yang sedikit (dalam perolehan suara) diposisikan sebagai pihak yang kalah. Lalu kenapa dengan menjadi bagian dari kelompok yang sedikit? Kalau memang benar kenapa mesti takut?. Ingat bahwa pemimpin adalah kelompok sedikit, dan memiliki pengikut banyak. Para tokoh-tokoh dunia adalah mereka yang dari kelompok yang sedikit, namun mampu menjadi individu transformatif di dalam masyarakat banyak.

Manifesto

Sebuah pesan yang menjadi manifesto diri, untuk dilaksanakan kelak; “Kalau kita disini tidak usah khawatir, nak! Ini kampung kita, kamu itu yang ada dikampungnya orang baik-baik disana. Sekalipun nanti kamu cuman punya gaji 1 rupiah disini, tetaplah kembali ke sini kampung kita. Membangun disini dan hidup disini, itu pesan terakhir (alm) Bapakmu. Memang disana mungkin akan lebih menjanjikan kesejahteraan buatmu, tapi ini yang dari awal dibilang bapakmu. Itulah mengapa dulu, beliau tidak mengizinkan kita membangun dan tinggal di Ambon, padahal disana tempat usahanya dahulu. Karena beliau ingin, keluarganya itu semua ada dikampungnya tinggal, Butuny (Buton). Ingat itu nak!.”

Ngopi Pagi; Family Time Keluarga Kami

Gambar disini Setiap pagi sehabis membenahi rumah, mengisi air di bak penampungan, membersihkan piring sisa semalam, olahraga pagi dan menyapu halaman rumah. Sejenak sebelum seisi rumah memulai hari dengan aktivitas masing-masing, kekantor, kekampus, dan aktivitas pekerjaan lainnya. Ada sebuah kebiasaan yang selalu dijalani dirumah, ngopi pagi bersama. Sebuah hal yang terbiasa dilakukan dan dianggap wajar oleh kami, namun ini adalah salah satu model “family time” khas kami. Keluarga sederhana.