Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Ramadhan Yang Tak (Pernah) Dirindukan

"ahh...tinggal beberapa hari lagi puasa" "Sudah bikin kue?" "THR belum keluar ya?" "Sudah punya baju baru?"

Hayati; Beracun yang Berarti

Ini bukan tentang hayati, tapi orang lain. Hayati hanya buat keperluan judul aja. Namanya Ibu Nurdiana, pelaku usaha membuat kripik. Kalau kita ramah mendengar kripik berbahan dari pisang, ubi, mungkin beberapa sayuran, ini kripik dengan berbahan dasar Umbi Gadung. Umbi ini sering juga disebut Umbi hutan, beracun dan memiliki beberapa senyawa tertentu yang bisa membuat “teller” siapapun yang memakannya, tanpa diolah.

Tentang Mem-"bully" yang Baik

Apa iya ada “bully” yang baik?, kita paham kan, kalau membully itu artinya apa? Orang buton bilang “ganggu-ganggu”, dan rasanya tidak enak memang. Sujiwo Tedjo atau biasa dipanggil mbah tedjo dalam salah satu bukunya “Republik Jancukers” menulis tentang bully namun dalam pengertian lain. Saya memahami sesuatu dari apa yang dituliskannya tentang bully itu bisa juga berarti mendidik dalam konotasi positif. Seperti yang dicontohkannya, bahwa bully ini semacam penggemblengan secara semi-semi militer untuk mengenali habitat baru.