Langsung ke konten utama

Tampilan Baru...

(Bagian Headernya)

Terkadang saya malas untuk menuliskan sesuatu di blog, entahlah pada saat itu moddnya lagi ndak ada atau lagi pergi kemana. tapi bukankah mod itu diciptakan? nah, ada beberapa bacaan mengenai menumbuhkan kembali semangat untuk bisa menulis. salah satunya saat ini, saya mencoba membuat tampilan template baru buat blog bernama "Njangkroeng!" ini.

Semoga dengan tampilan yang baru ini, bisa membuat saya lebih "terbakar" semangat untuk bisa menulis dan mengisi blog ini. tergantung jadinya tema tulisannya apa, yang penting nulis aja dulu asal itu bisa memotivasi diri sendiri atau apapun yang menyenangkan atau hikmah terhadap sesuatu. seperti yang saya tuliskan sebagai brand blog ini "Menulis adalah Curhat Intelektual"...semoga ya...


(bagian tengah)


Komentar

Tulisan Populer

JANGAN MENGUTUK SEPI DI TENGAH KERAMAIAN

Merasa sepi adalah bagian dari esensi kepemilikan rasa oleh manusia, namun terkadang perasaan sepi menjadi bagian penghalang terhadap sesuatu yang lebih produktif. Perasaan sepi setidaknya pernah dirasa oleh setiap manusia. Berbagai macam alasan bisa muncul dari adanya perasaan sepi ini, mulai dari sesuatu yang termiliki hingga sesuatu yang menyangkut posisi keberadaan makhluk. Namun perasaan sepi dimaksud disini adalah perasaan sepi yang lain, bukan karena kesendirian disuatu tempat, tapi lebih menyangkut sesuatu yang termiliki dalam rasa (baca: hati).

Nyanyian Bocah Tepi Pantai

Gambar disini Diantara bagian pulau yang menjorok kelaut, terselip sebuah kehidupan manusia sederhana. Bocah-bocah manusia yang menggambar masa depannya melalui langkah-langkah diatas pasir, mempelajari kehidupan dari nyanyian angin laut, dan menulisakan kisah melalui deburan ombak yang mengajari menggaris tepi daratan dengan buihnya. Hari-harinya dilakukan dilaut, berkomunikasi dengan laut sekitar. Setiap hal diberikan oleh laut, kecuali sesuatu yang selalu dinantikan mereka, sesuatu yang selalu dinanti anak manusia dalam hidup, dan menjadi kehidupan bagi generasinya mendatang, yakni sesuatu yang berwujud kesempatan. Kesempatan yang disebut kasih sayang Ina’ [1] mereka.