Langsung ke konten utama

LIPI 2011


Pencapaian paling mencngangkan di Tahun 2011, bersama Wa Ode Isnawati dan Mar'atulshalihah menjadi salah satu finalis dalam Lomba Ilmuan dan Peneliti Muda LIPI di Jakarta. Awalnya cuman iseng untuk menggabungkan pemikiran untuk berkomentar mengenai Pekerja Perempuan di Luar Negeri (TKI), dan ternyata Alhamdullillah menjadi salah satu finalis dan diperkenankan untuk memberikan persentasi ke Jakarta, di Gedung Graha Lipi jalan Gatot Subroto pada bulan Juli 2011. 


Namun karena ada kendala teknis dari kami, perjalanan Baubau ke Jakarta hampir batal. dan akhirnya dipenghujung waktu yang diberikan untuk dapat hadir maka kami memutuskan saya yang berangkat kesana, sendirian. Bertemu dengan finalis lainnya, yakni pertama ada tim Muhammad Rokib, Muh. Fatahillah Akbar dan Dian Agung Wicaksono dari UGM, kedua Ronald dari LIPI sendiri. Akhirnya setelah serangkaian seminar dan persentasi finalis kami mendapat Juara III. tentunya sebagai pemula, hasil ini tidak begitu buruk.





Komentar

Tulisan Populer

Kenangan Kambing

Entahlah kemarin pada saat selesai membaca sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Krishna Pabichara, saya kemudian terkesan dengan semangat yang dimiliki oleh Dahlan dan Teman-temannya. Ada sebuah mozaik yang tertangkap oleh zaman dan akan terus terkenang oleh masa atas sebuah pencapaian mimpi anak manusia dan disertai dengan kerja keras. Banyak hal, banyak nilai yang dicatut dalam novel tersebut salah satu kata yang paling saya senangi dalam novel ini adalah “orang miskin cukup menjalani hidup dengan apa adanya”. Novel yang diangkat dari biografi hidup Dahlan Iskan (Menteri BUMN saat ini), walaupun begitu tetaplah cerita yang ditulisnya adalah sebuah fiksi yang ditambahkan bumbu tulisan disana-sini agar menarik tapi tetap memiliki keinginan kuat untuk menggambarkan kehidupan Dahlan Iskan, yang saat ini menjadi salah satu tokoh yang banyak menjadi inspirasi. Namun ada satu aktivitas Dahlan dalam cerita ini yang langsung memberi sebuah kenangan flashback bagi saya, ...

Ramadhan Yang Tak (Pernah) Dirindukan

"ahh...tinggal beberapa hari lagi puasa" "Sudah bikin kue?" "THR belum keluar ya?" "Sudah punya baju baru?"

Hayati; Beracun yang Berarti

Ini bukan tentang hayati, tapi orang lain. Hayati hanya buat keperluan judul aja. Namanya Ibu Nurdiana, pelaku usaha membuat kripik. Kalau kita ramah mendengar kripik berbahan dari pisang, ubi, mungkin beberapa sayuran, ini kripik dengan berbahan dasar Umbi Gadung. Umbi ini sering juga disebut Umbi hutan, beracun dan memiliki beberapa senyawa tertentu yang bisa membuat “teller” siapapun yang memakannya, tanpa diolah.