Ini adalah sebagian dari keseluruhan sebuah perbincangan saya dengan lampu merah, sebagain orang mungkin akan mengira saya ini orang gila kok bicara dengan benda mati si lampu merah, tapi kupikir lebih gila lagi ketika kita merusak mereka atas nama rakyat dan karena kebencian kita sama beberapa orang di pemerintahan lalu dengan alasan karena si lampu merah ini dibuat mereka padahal dananya dari pajak yang kita bayarkan dengan seenaknya kita menghancurkannya. Bukankah itu tindakan gila hanya karena rusak muka kaca dibelah?.... Saat itu sekitar jam 17.42 wita kuberjalan keluar dari kampus menuju pondokan, seperti biasa saya memang pulang dari kampus selalu sore walaupun tidak ada kuliah entah kenapa di kampus saya selalu mendapat apa yang bisa saya pelajari untuk pengalaman saya. Ketika saya melewati persimpangan untuk menyebrang, ada hal yang lain kulihat keadaan lalu lintas yang semrawut ada yang keluar dari kampus, yang mau masuk ke kampus, hingga yang hanya melewati kampus saling ber...
Komentar