Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Instropeksi

Tentang Mem-"bully" yang Baik

Apa iya ada “bully” yang baik?, kita paham kan, kalau membully itu artinya apa? Orang buton bilang “ganggu-ganggu”, dan rasanya tidak enak memang. Sujiwo Tedjo atau biasa dipanggil mbah tedjo dalam salah satu bukunya “Republik Jancukers” menulis tentang bully namun dalam pengertian lain. Saya memahami sesuatu dari apa yang dituliskannya tentang bully itu bisa juga berarti mendidik dalam konotasi positif. Seperti yang dicontohkannya, bahwa bully ini semacam penggemblengan secara semi-semi militer untuk mengenali habitat baru.

Pahamkan Mereka Dengan Sederhana

Beberapa waktu lalu, ketika singgah untuk sedikit ngopi di salah satu angkringan depan kampus. sembari mengisi pandangan pada serangkaian jalur jalan, mobil motor hingga bus-bus besar luar kota berlalu lalang. entah mereka seperti memparodikan jalannya kehidupan di depanku, yakni kehidupan itu dijalani dan selalunya bergerak kedepan. Namun ada yang berbeda dengan bapak angkringan (yang saya panggil pak Le'), pertanyaan yang berbeda seperti biasanya kalau saya singgah di angkringannya. awalnya pak le' cuman bertanya saya sering sholat subuh berjamaah ke masjid? saya bilang iya, tapi tidak sering juga sih karena kadang ketiduran heheheh. katanya lagi, saya mau berjamaah subuh juga, nanti kita sama-sama ya? (cuman mengangguk dan tersenyum tidak ada yang bisa saya katakan). 

JANGAN MENGUTUK SEPI DI TENGAH KERAMAIAN

Merasa sepi adalah bagian dari esensi kepemilikan rasa oleh manusia, namun terkadang perasaan sepi menjadi bagian penghalang terhadap sesuatu yang lebih produktif. Perasaan sepi setidaknya pernah dirasa oleh setiap manusia. Berbagai macam alasan bisa muncul dari adanya perasaan sepi ini, mulai dari sesuatu yang termiliki hingga sesuatu yang menyangkut posisi keberadaan makhluk. Namun perasaan sepi dimaksud disini adalah perasaan sepi yang lain, bukan karena kesendirian disuatu tempat, tapi lebih menyangkut sesuatu yang termiliki dalam rasa (baca: hati).

Mesti Membuat Resolusi ?

Gambar  disini Saat ini bilangan tanggal telah pas menempatkan dirinya pada posisi 3 januari, namun masih saja ada pertanyaan apa resolusimu di tahun 2013? Sudah menuliskan apa yang diinginkan tahun 2013? Hal paling ingin dicapai di tahun 2013?, belum jawabku. Karena resolusi baru sementara aku tuliskan, dan kelak menjadi bagian dari ikhtiarku.

Ketika 22 Desember

Engkau tidak pernah mengatakan "tidak" Selalu saja ada alasan untuk memberi optimisme pada anakmu Walaupun ketika kami selalu melupa kondisimu, Engkau tak pernah menghitung berapa  yang dikeluarkan untuk kami, Seseorang yang kusebut MAMA....

Catatan Imaginer

Pertemuan hari itu sedikit menyisakan lelah, duduk berselonjor diteras masjid. Di dalam sedang dilakukan pengajian ibu-ibu jamaah masjid. Seorang Bapak dengan pakaian sederhana, selesai menunaikan sholat. Dia menghampiriku dan bertanya, kenapa tidak ikut pengajian? Saya bilang, sedang buru-buru mau pulang ada urusan. Saya balik bertanya, kamu sendiri? Dia menjawab sederhana, pengajiannya bukan buat saya.  Loh?? (terheran) Saya mencoba menanyakan kembali, kenapa? Dan berdiskusi panjang.. Begitulah, jawab dia.  petikan diskusi itu seperti ini :

Catatan Pinggir

Picture from [sedikit cerita, bagian dari Aksi Solidaritas Dari Solo Untuk Gaza yang sedikit dilupakan kala itu] Ada catatan yang menarik dan menggelitik dan saya ingin tuliskan disini, yaitu ketika aksi solidaritas ini longmarch dan berhenti di depan Gladak Solo, yaitu pas didepan barisan peserta aksi ada seorang bapak tua pengemis dengan baju lusuh, dua buah gelas plastik yang cukup besar, yang disusunnya dimana yang bawah tempat menyimpan uang sedekah untukknya dan satunya dibiarkan kosong mungkin untuk orang-orang memasukkan uang disitu. Dan kelihatannya bapak ini Tuna Runggu, hal ini saya tahu ketika mendekatinya dan memberikan recehan kepadanya.

So After This, What??

"Melalui sebuah TOA kecil, diatas hamparan bendera Palestina. Seorang mahasiswa sedang berorasi mengenai kondisi palestina. saat itu mereka juga sedang melakukan penggalangan dana bagi masyarakat Palestina di Jalur Gaza yang memang beberapa hari ini diberitakan adanya penyerangan disana, dan menyebabkan adanya korban jiwa masyarakat sipil"

Bingung itu mulai menggerogotiku...

saya tidak tahu mesti memulai dari mana, saya bingung. seperti itulah saat ini yang menghinggapi saya, ketika berhadapan dengan layar blog saya. kenapa tidak akhir-akhir ini pikiran-pikiranku dan segala hal yang dalam niatak akan saya tuliskan malah hilang layaknya debu yang tersapu angin. begitulah beberapa kali saya mencoba bereksperimen diatas tuts laptop untuk sekedar menulis beberapa paragraf kata. namun yang jadi malah hanya sebuah status (yang dalam hati, suatu saat akan saya kumpulkan menjadi beberapa cerita hehehe). namun begitulah seiring berjalannya waktu kemudian, rangkaian beberapa kata itu malah semakin sulit untuk saya buatkan dalam sebuah cerita.

S-T-A-T-U-S

awalnya kuselalu mengutuk diriku yang jika terjatuh selalu kesebelah kanan, tidak sedikit bekas yang disisakannya di badanku. tapi ku tahu setelah hari itu, kalau ketidak seimbangan badanku ketika jatuh karena "sisi" itu akan di isi oleh seseorang dan itu "kamu", menopang, menunjang, menahan, melengkapi..... (mimpi futuristik-ku, part 1,5)