Sebuah pesan yang menjadi manifesto diri, untuk dilaksanakan kelak; “Kalau kita disini tidak usah khawatir, nak! Ini kampung kita, kamu itu yang ada dikampungnya orang baik-baik disana. Sekalipun nanti kamu cuman punya gaji 1 rupiah disini, tetaplah kembali ke sini kampung kita. Membangun disini dan hidup disini, itu pesan terakhir (alm) Bapakmu. Memang disana mungkin akan lebih menjanjikan kesejahteraan buatmu, tapi ini yang dari awal dibilang bapakmu. Itulah mengapa dulu, beliau tidak mengizinkan kita membangun dan tinggal di Ambon, padahal disana tempat usahanya dahulu. Karena beliau ingin, keluarganya itu semua ada dikampungnya tinggal, Butuny (Buton). Ingat itu nak!.”