Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Siapa Pemimpinmu?, Siapa Atasanmu?

Pernah anda menyadari tentang tema pemimpin dan atasan itu yang mana?. Sebagian orang menganggap bahwa pemimpin itu sama saja dengan atasan. Secara objek pemimpin dan atasan boleh jadi sama, namun secara substansi tentu sangat berbeda. Terlepas dari itu, Topik ini memang cukup memiliki daya pikat tersendiri, apalagi diskusi ditemani kopi dan beberapa potong roti bakar. Tapi tanpa asap rokok, iye?.

Dosen, Menulis dan Saya.

Menulis itu serupa mengumpulkan gagasan-gagasan lalu membekukannya dalam kata-kata. Melalui tulisan juga, gagasan dipelihara dan disebarluaskan. Menjadi dosen atau pengajar memiliki visi mulia untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan, gagasan dan sekaligus membentuk karakter. Dalam dunia akademik, menulis tentu bukan hal tabu. Seorang dosen harus kemampuan mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge) , melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk dua point terakhir, tentu harus ditunjang dengan kemampuan menulis. Semudah itukah?

Universitas Muhammadiyah Buton dan Perubahan

"To live is to change, ad to be perfect is to change often" [ Hidup adalah perubahan. Kalau anda ingin lebih sempurna, anda harus lebih sering berubah ] " John Hendry Newman "  Perubahan adalah keniscayaan, untuk itu hanya ada dua pilihan menjadi adaptif dengan perubahan atau menyerah terhadap perubahan. Untuk menjadi adaptif memang tidak mudah, kita harus mempersiapkan materi, tenaga, ide dan tentu waktu untuk itu. Namun, perubahan selalu menjanjikan adanya perubahan yang lebih baik, jika kita mampu berdamai dengannya.

Menilai, Memberi Nilai dan Klasifikasi Mahasiswa

Akhir semester begini, selain memberi ujian mahasiswa sebagai dosen, kita juga dituntut untuk menilai dan memberi nilai kepada mahasiswa. Mudah? tentu saja kedengarannya begitu. Namun tidak semua yang enak didengar juga akan enak dilakukan.Kenapa menilai dan memberi nilai begitu men"dilema"kan?

Ramadhan Yang Tak (Pernah) Dirindukan

"ahh...tinggal beberapa hari lagi puasa" "Sudah bikin kue?" "THR belum keluar ya?" "Sudah punya baju baru?"

Bangga Pesta dan Sampah

Sebuah prestasi yang sudah cukup lama belum singgah di Kota Baubau, Adipura beberapa waktu lalu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah bahkan mungkin bagi masyarakat Kota Baubau. Predikat sebagai kota yang bersih, tentu melekat dari penghargaan adipura ini. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah prestasi ini adalah tujuan akhir?

POLITIK ITU IBARAT ANGKA NOL

Barangkali banyak orang yang menganggap kalau politik itu kotor, namun tidak sedikit pula yang beranggapan sebaliknya. Tidak salah memang orang-orang beranggapan seperti itu, tergantung dari preferensi dan pengetahuan masing-masing. Termasuk disini, saya menganggap politik itu sebagai angka nol.

Diskursus Pendidikan

  sumber: google.com Kalau membahas tentang pendidikan memang tidak ada habisnya, pendidikan senantiasa mengisi ruang-ruang diskusi dengan apiknya. Terang saja kalau pendidikan adalah lentera yang akan senantiasa menerangi jalan-jalan kehidupan manusia. Karena itu kualitas suatu kota, daerah, dan masyarakatnya akan selalu diukur dari bagaimana kualitas pendidikan masyarakatnya. Ini sebuah tulisan refleksi dari saya sendiri, yang kemudian di muat di harian Buton Pos, barangkali bermanfaat.

Ekspresi Masalah

Seorang bijak berpesan cara terbaik untuk menjadi bodoh itu bukan berhenti belajar, namun berhenti memahami. Banyak hal yang kemudian kita pahami sebagai bentuk penerimaan kita terhadap realitas yang sebelumnya telah ada, lalu kemudian logika memproduksinya menjadi sesuatu yang akan kita tiru sebagai sebuah proses belajar. kita kemudian terlepas pada apa yang mesti dilakukan semesntinya yaitu memahami, kita terlalu cepat mengambil kesimpulan-kesimpulan dan sulit menangkap pemahaman terhadap kejadian. Tidak berlebihan kemudian jika lebih banyak prasangka, dugaan, bahwa optimisme hadir ditengah-tengah pilihan yang akan kita lakukan. Ketika apa yang dilakukan berada diluar dari harapan, kesenjangan antara rencana dan kejadiannya, atau ketidaksesuaian ide dan realitas. Biasanya ketika kita tidk mampu memahami makna dibalik itu, kecewa, putus asa, depresi menjadi keniscayaan. Pada gilirannya, kita lebih mudah mengelak dari masalah daripada menghadapinya. Padahal kita tahu sebuah pendew...

Ketika Matrealisme Mengikat Kita

Setiap hal disekitar kita mesti memiliki nilai memang benar, namun tidak mesti setiap hal dapat dinilai bukan?. Saya menuliskan ini bukan bermaksud ingin menjelaskan tentang matrealisme yang menjadi logika kapitalisme liberalisme itu. Namun saya hanya merasa ada sesuatu yang seringkali ditempatkan tidak pada tempatnya, atau mungkin malah ada sesuatu yang bermetamorfosis dan kita tidak menyadari sifat destruktifnya. Artinya matrealisme bermetamorfosis menjadi sesuatu yang wajar di sekitar kita, kalau Bordieu bilang sebagai habitus. Kenapa? Begini alasannya, di sekolah untuk menilai seorang siswa itu pintar dia harus memiliki nilai yang bagus disemua mata pelajaran, didalam kebijakan publik dikatan efektif jika telah memenuhi beberapa indikator penilaian yang dibuat oleh si pembuat kebijakan sendiri, untuk menjadi profesor harus memiliki tumpukan karya ilmiah, untuk dikatakan penyair seseorang harus banyak membuat syair, untuk dikatakan dermawan seseorang harus menyumbang banyak dan...

#salUME

Kalian pikir terlibat dan melibatkan diri di UME itu enak? selain seringkali mendapat cemilan "gratisan", lalu apa lagi? Saat ini, mungkin banyak capeknya yaa...kadang harus tidak enakan, jengkel, bahkan risih karena sering di "tuntut" ini itu sama pedagang. Padahal mereka tidak mengerti apa yang sudah dilakukan dibelakang mereka semua, atau mungkin mereka belum mengerti saja? Tapi ini intinya, kalian atau saya sebut kita saja ya. belajar bagaimana menilai, memahami, mengelola dinamika orang banyak disamping dinamika kita secara personal. Kita datang di kampus ini untuk belajar, namun sebatas dalam kelas dengan tembok kokohnya itu kah?

Logika Perut Kosong

gambar dari baidu.com Ada yang bilang kalau logika tanpa logistik, kegiatan tidak akan berjalan dengan baik. Begitu kira-kira yang seringkali dikatakan dalam beberapa kegiatan, seringkali logistik dalam hal ini makanan bisa menjadi sarana bagi bertumbuhnya ide-ide. Apalagi memang suasananya dalam perumusan rencana kerja sebuah organisasi, logistik akan sangat mendukung ide-ide yang akan bermunculan. Maksud dari ide-ide yang muncul disini bukan karena adanya hukum kausalitas yang berlaku antara logika dan logistik tadi, namun pada bagaimana kemudian forum terkelola dengan baik jika perut tidak kosong. Karena bisa jadi teriakan perut yang lapar akan mempengaruhi besarnya teriakan suara, sehingga konflik bisa terjadi kapan saja. Mungkin ini yang orang-orang bilang dengan diplomasi meja makan, yang kebanyakan berakhir dengan kesepakatan bersama.

Dua Sisi Keping Uang Logam

Gambar: Ilustrasi Seperti dua sisi keping uang logam, yang biasanya dijadikan bentuk undian untuk mengetahui pihak siapa yang akan memulai duluan. Namun bahasan disini berbeda dengan dua sisi keping uang logam tersebut, karena bukan untuk ingin melihat siapa yang akan memulai atau siapa yang kalah, namun pada nilai yang dikandung pada dua sisi keping uang logam tersebut. karena dibolak balik seperti apapun, nilai dari uang logam itu akan tetap sama yang berbeda adalah pada gambarnya saja. Lalu kenapa tulisan ini membahas mengenai dua sisi keping uang logam tersebut? sebenarnya, ini berawal karena bahan diskusi di jejaring sosial dan di forum-forum lainnya tentang dinasti politik di beberapa daerah, banyak pihak yang menolak hal ini karena ini bagian dari perusakan nilai demokrasi namun tidak sedikit juga yang mendukung hal ini, kenapa? Karena sekalipun hal ini banyak terjadi di daerah namun toh posisi-posisi tersebut juga dilewati pada jalur politis yakni melalui pemilu dan p...

Sejenak Merenung

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menuntaskan bacaan novel yang diinspirasi dari kehidupan pak Dahlan Iskan. Ini serial kedua setelah novel pertama berjudul sepatu dahlan dan ini edisi keduanya berjudul surat dahlan yang ditulis oleh Khrisna Pabichara. Novel ini sebenarnya sudah termasuk lama terbitnya dan saya agak terlambat membacanya. Namun akhir-akhir ini, membaca novel biografi atau yang mengajak berpikir agak berat memang lebih menyenangkan. Sebut saja misalnya Paulo Coelho, Ayu Utami, Dee, Tere Liye, atau sekaliber Jostein Gadner atau mungkin Dawn Brom. Heheh....

JANGAN MENGUTUK SEPI DI TENGAH KERAMAIAN

Merasa sepi adalah bagian dari esensi kepemilikan rasa oleh manusia, namun terkadang perasaan sepi menjadi bagian penghalang terhadap sesuatu yang lebih produktif. Perasaan sepi setidaknya pernah dirasa oleh setiap manusia. Berbagai macam alasan bisa muncul dari adanya perasaan sepi ini, mulai dari sesuatu yang termiliki hingga sesuatu yang menyangkut posisi keberadaan makhluk. Namun perasaan sepi dimaksud disini adalah perasaan sepi yang lain, bukan karena kesendirian disuatu tempat, tapi lebih menyangkut sesuatu yang termiliki dalam rasa (baca: hati).

Belajar Membaca

K ita belajar apa hari ini, kek? Belajar melihat pada sisi yang lain...cu! tentang apa, kek? Banjir, cu!

REFLEKSI PEMUDA

Gambar disini Tulisan ini ditemukembali dalam file-file yang tersebar, dibuat sudah cukup lama namun terlupa untuk dipublish ke blog. mengisi lamunan dengan sesuatu yang menggerakka jemari pada tuts notebokk sore itu. bercerita tentang peringatan hari sumpah pemuda 28 oktober 2012 lalu, yang lagi-lagi sekedar seremonia. tulisan sederhana yang tidak mengajak pada pola pikir saya, hanya saja sebagai sharing isi kepala. bisa jadi keresahan kita berada pada sisi yang berbeda, dan tertemukan pada sisi yang berbeda lainnya. bukankah membagi cerita bisa menjadi "sesuatu" yang baru untuk kita dalam menanggapi perspektif masing-masing?.

Bolimo Karo Somanamo Lipu...?

Tulisan ini Adalah Tulisan saya untuk Kolom Opini Radar Buton, dimuat pada harian tersebut di edisi Kamis, 27 desember 2012. Hanya sekedar tulisan yang menjadi keresahan saat ini terhadap pemahaman dan kesadaran kita terhadap daerah Buton.

KREATIFITAS!, MENGISI RUANG KEKERASAN

Kekerasan selalu saja menyisakan pedih, baik itu berupa aspek psikologis maupun fisiologis. Tapi kekerasan masih saja terus terjadi di negeri ini, saat ini bahkan kita seakan akrab dengan pemberitan kekerasan yang terjadi di beberapa daerah.  Kekerasan ini juga dilatarbelakangi oleh problema yang beragam di masyarakat, misalnya saja agama, suku, kelompok-kelompok tertentu. Bahkan kekerasan ini kemudian menjadi bagian problerm sosial bangsa ini, ditengah-tengah  masalah kemiskinan, ketimpangan dan korupsi.

KONFLIK “BATIN” DALAM BIROKRASI

Birokrasi seringkali dikaitkan dengan serangkaian kerumitan dan proses bermulanya celah korupsi di tubuh pemerintah. Hal ini tidak mengherankan bahwa kondisi yang ada menjadikan persepsi publik terhadap birokrasi terbangun seperti itu. Saat ini , birokrasi berada pada 3 masalah pokok, yaitu korupsi yang dilakukan oleh para aparatnya, inefisiensi dimana lambatnya pelayanan yang dilakukan dan efektifitas menyangkut permasalahan kinerja birokrasi yang tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.