Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jejak

Sekolah Lagi

Mengawali bulan Maret ini dengan beberapa catatan, kebetulan hari ini juga perkuliahan dimulai (semester 2) setelah liburan semester yang cukup panjang. dan hampir semua hari-hari dalam liburan kali ini dihabiskan diantara Kost-an dan Kampus. Berkutat dengan buku-buku yang dipinjam dari perpustakaan kampus dan beberapa yang dibeli dari hasil menabung uang makan. Istimewanya adalah, Alhamdulillah nilai yang diperoleh semester kemarin memuaskan lah. tidak ada yang perlu didiagnosis "kegemukan" atau "pecah", sehingga hampir semua nilainya membentuk sudut lancip segitiga. silahkan dipikir sendiri bentuk nilai yang sudah dideskripsikan diatas.

Proses Belajar itu Proses Memahami Diri Sendiri

Picture From Here Dalam belajar, kita tentu akan menemukan banyak pemahaman tentang berbagai hal. Belajar menjadikan kita memahami sesuatu yang belum diketahui menjadi sesuatu yang di ketahui. Perolehan pengetahuan yang kemudian menjadi sebuah ilmu, yakni dilalui melalui proses belajar. Namun, seyogyanya belajar itu adalah akan menyadarkan kita mengenai pemahaman tentang diri sendiri. Menurut saya, belajar itu seperti apapun khazanah yang ditelusuri dalam prosesnya tapi menjurus pada satu hal, memahami diri sendiri.

Today Is Not Valentine but International Hijab Day

picture from here Tanggal 14 februari katanya sih adalah hari kasih sayang atau disebut hari valentine, makanya pada hari itu orang-orang yang menyakininya mengungkapkan perasaan sayang mereka dengan berbagai cara. hari ini juga identik dengan pemberian cokelat dan bunga, sebagai wujud perasaan sayang kepada pasangannya. padahal kebiasaan ini sangat jauh berbeda dengan sejarah kenapa mesti ada hari valentine itu sendiri. dimana kebiasaan ini adalah sebuah kebiasaan suatu sekte tertentu yang kemudian dipelihara hingga hari ini. sebagai muslim, tentunya kebiasaan seperti ini bukan dari bagian ajaran agama. karena barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia merupakan bagian kaum tersebut. tentunya Islam itu agama cinta, tak perlu dibatasi pada hari apa dilakukan, dengan benda apa diungkapkan, atau persyaratan apapun. karena saya yakin cinta tak pernah memberlakukan syarat, dengan syarat akan memperlemah cinta. sepakat?

Menjadi Kelompok yang Sedikit; Kenapa Takut?

Gambar disini Beberapa orang mengikuti sesuatu karena beranggapan banyak orang yang melakukan hal tersebut, terlepas apakah hal itu baik atau buruk baginya. Kondisi ini juga dicerminkan dalam sistem hari ini, dimana mayoritas adalah patokan dilakukannya sesuatu dan kecenderungan mengeyampingkan kondisi minoritas menjadi konsekuensi terjadinya hal ini. Pihak yang sedikit seringkali menjadi bagian yang terpinggirkan, karena tidak memiliki basis dukungan yang kuat. Dalam Pemilu dan Pilkada contohnya, kelompok yang sedikit (dalam perolehan suara) diposisikan sebagai pihak yang kalah. Lalu kenapa dengan menjadi bagian dari kelompok yang sedikit? Kalau memang benar kenapa mesti takut?. Ingat bahwa pemimpin adalah kelompok sedikit, dan memiliki pengikut banyak. Para tokoh-tokoh dunia adalah mereka yang dari kelompok yang sedikit, namun mampu menjadi individu transformatif di dalam masyarakat banyak.

Manifesto

Sebuah pesan yang menjadi manifesto diri, untuk dilaksanakan kelak; “Kalau kita disini tidak usah khawatir, nak! Ini kampung kita, kamu itu yang ada dikampungnya orang baik-baik disana. Sekalipun nanti kamu cuman punya gaji 1 rupiah disini, tetaplah kembali ke sini kampung kita. Membangun disini dan hidup disini, itu pesan terakhir (alm) Bapakmu. Memang disana mungkin akan lebih menjanjikan kesejahteraan buatmu, tapi ini yang dari awal dibilang bapakmu. Itulah mengapa dulu, beliau tidak mengizinkan kita membangun dan tinggal di Ambon, padahal disana tempat usahanya dahulu. Karena beliau ingin, keluarganya itu semua ada dikampungnya tinggal, Butuny (Buton). Ingat itu nak!.”

Ngopi Pagi; Family Time Keluarga Kami

Gambar disini Setiap pagi sehabis membenahi rumah, mengisi air di bak penampungan, membersihkan piring sisa semalam, olahraga pagi dan menyapu halaman rumah. Sejenak sebelum seisi rumah memulai hari dengan aktivitas masing-masing, kekantor, kekampus, dan aktivitas pekerjaan lainnya. Ada sebuah kebiasaan yang selalu dijalani dirumah, ngopi pagi bersama. Sebuah hal yang terbiasa dilakukan dan dianggap wajar oleh kami, namun ini adalah salah satu model “family time” khas kami. Keluarga sederhana.

JANGAN MENGUTUK SEPI DI TENGAH KERAMAIAN

Merasa sepi adalah bagian dari esensi kepemilikan rasa oleh manusia, namun terkadang perasaan sepi menjadi bagian penghalang terhadap sesuatu yang lebih produktif. Perasaan sepi setidaknya pernah dirasa oleh setiap manusia. Berbagai macam alasan bisa muncul dari adanya perasaan sepi ini, mulai dari sesuatu yang termiliki hingga sesuatu yang menyangkut posisi keberadaan makhluk. Namun perasaan sepi dimaksud disini adalah perasaan sepi yang lain, bukan karena kesendirian disuatu tempat, tapi lebih menyangkut sesuatu yang termiliki dalam rasa (baca: hati).

Kesederhanaan Pemimpin: Berkaca Pada Khalifah Umar r.a.

 Ketika mengkaji berbagai literatur mengenai kemuliaan para sahabat Rasulullah Saw, akan ada pertemuan dengan berbagai kemuliaan dan teladan yang baik. Jika orang-orang disekitar (sahabat) Rasulullah Saw, dapat menunjukkan kemuliaan akhlak yang sedemikian indah hingga memerindingkan ketika membaca, karena kekaguman. Lalu bagaimana dengan akhlak Rasulullah Saw, yang merupakan rujukan bagi mereka para sahabat Nabi? Allahullashalli Alaa’ Muhammad wa Ali Muhammad...

REFLEKSI PEMUDA

Gambar disini Tulisan ini ditemukembali dalam file-file yang tersebar, dibuat sudah cukup lama namun terlupa untuk dipublish ke blog. mengisi lamunan dengan sesuatu yang menggerakka jemari pada tuts notebokk sore itu. bercerita tentang peringatan hari sumpah pemuda 28 oktober 2012 lalu, yang lagi-lagi sekedar seremonia. tulisan sederhana yang tidak mengajak pada pola pikir saya, hanya saja sebagai sharing isi kepala. bisa jadi keresahan kita berada pada sisi yang berbeda, dan tertemukan pada sisi yang berbeda lainnya. bukankah membagi cerita bisa menjadi "sesuatu" yang baru untuk kita dalam menanggapi perspektif masing-masing?.

Kata Pertama

Sudah duapuluhlima kali diri ini melewati tahun baru, entah yang masuk dalam kesadaran dari itu mungkin hanya beberapa saja. Tahun baru masa kanak-kanak, bisa jadi dilewatkan dalam keriuhan bunyi terompet dan kembang api disamping itu ritual begadang. Tahun baru dimasa remaja, tidak jauh berbeda hanya saja diri telah memiliki jaringan pertemanan, keriuhan terompet, dan kembang api yang sama juga begadang yang sama.

Menghadapi Pilihan-Pilihan

Hal tersulit dilakukan adalah menentukan pilihan, menurutku. pun ketika pilihan itu mewujud dalam rasa. tapi kita sebagai manusia tetap tidak terlepas dari apa yang ditakdirkan dan direkayasa oleh Allah Swt. kita tahu bahwa rekayasaNya lah yang paling baik, bahkan DIA lebih tahu mana yang baik dan tidak pada HambaNya.

Bolimo Karo Somanamo Lipu...?

Tulisan ini Adalah Tulisan saya untuk Kolom Opini Radar Buton, dimuat pada harian tersebut di edisi Kamis, 27 desember 2012. Hanya sekedar tulisan yang menjadi keresahan saat ini terhadap pemahaman dan kesadaran kita terhadap daerah Buton.

Tentang Disleksia dan Kemalasan Belajar

Mungkin orang mengira kesulitan dalam belajar itu, karena disebabkan oleh kenakalan atau kemalasan seseorang. Padahal jika ini kemudian ditelisik asal usulnya, maka bisa kita temukan hal ini sebagai sebuah kelainan psikologis. Jadi terkadang kita memarahi seseorang atau seorang anak misalnya yang sulit menangkap pelajaran, dengan menyebutnya anak yang bodoh, atau malas belajar bisa jadi adalah salah besar. kita saja yang belum mengerti tentang keunikan yang dimiliki oleh seseorang, ingat bahwa setiap orang itu cerdas yang berbeda hanya bagaimana dia menggunakan waktunya.

Ketika 22 Desember

Engkau tidak pernah mengatakan "tidak" Selalu saja ada alasan untuk memberi optimisme pada anakmu Walaupun ketika kami selalu melupa kondisimu, Engkau tak pernah menghitung berapa  yang dikeluarkan untuk kami, Seseorang yang kusebut MAMA....

Bercakap

Berkata Seorang Kakek.... "berhenti kau mengutuk kegelapan, nak. kita tidak hidup didunia hampa, sekecil apapun usahamu pasti akan berbalas....

IMAGINE

Pincture from here "Imagination is more important than knowledge.  Knowledge is limited. Imagination encircles the world."  (Albert Einstein) Imaginasi atau imajinasi? entahlah...

Catatan Imaginer

Pertemuan hari itu sedikit menyisakan lelah, duduk berselonjor diteras masjid. Di dalam sedang dilakukan pengajian ibu-ibu jamaah masjid. Seorang Bapak dengan pakaian sederhana, selesai menunaikan sholat. Dia menghampiriku dan bertanya, kenapa tidak ikut pengajian? Saya bilang, sedang buru-buru mau pulang ada urusan. Saya balik bertanya, kamu sendiri? Dia menjawab sederhana, pengajiannya bukan buat saya.  Loh?? (terheran) Saya mencoba menanyakan kembali, kenapa? Dan berdiskusi panjang.. Begitulah, jawab dia.  petikan diskusi itu seperti ini :

Catatan Pinggir

Picture from [sedikit cerita, bagian dari Aksi Solidaritas Dari Solo Untuk Gaza yang sedikit dilupakan kala itu] Ada catatan yang menarik dan menggelitik dan saya ingin tuliskan disini, yaitu ketika aksi solidaritas ini longmarch dan berhenti di depan Gladak Solo, yaitu pas didepan barisan peserta aksi ada seorang bapak tua pengemis dengan baju lusuh, dua buah gelas plastik yang cukup besar, yang disusunnya dimana yang bawah tempat menyimpan uang sedekah untukknya dan satunya dibiarkan kosong mungkin untuk orang-orang memasukkan uang disitu. Dan kelihatannya bapak ini Tuna Runggu, hal ini saya tahu ketika mendekatinya dan memberikan recehan kepadanya.

DARI SOLO UNTUK GAZA

[catatan saat mengikuti aksi solidaritas Dari Solo Untuk Gaza] Semenjak konflik Israel dan kelompok hamas Palestina di Jalur Gaza, telah banyak berjatuhan korban jiwa dari masyarakat sipil, perempuan dan anak-anak. konflik yang kemudian banyak mengundang simpati dari kaum muslimin didunia untuk mendukung saudara-saudara Muslim di Gaza Palestina. Tidak ketinggalan adalah Kota Solo, Jawa Tengah pada hari Ahad 25 November 2012 lalu, di arena Car Free Day jalan Slamet Riyadi depan taman Sriwedari. Acara yang diprakarsai oleh Sahabat Al Aqsa, TPA TPQ Solo Raya dan MUI Solo ini juga didukung berbagai elemen pergerakan muslim Solo Raya.

Once Upon a Time

Jaya (masih imut2nya) Ini adalah sekumpulan foto, yang secara tidak sengaja (dan beberapa disengaja) ditemukan dalam berkas folder dan beberapa diantaranya pada teks-teks sejarah (ini berlebihan kyaknya ya heheh). tapi foto-foto ini mempunyai kenangan masing-masing kok. saya awali dari foto saya agar tidak terkesan ingin memojokkan yang punya gambar heheh...