Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Self

Hayati; Beracun yang Berarti

Ini bukan tentang hayati, tapi orang lain. Hayati hanya buat keperluan judul aja. Namanya Ibu Nurdiana, pelaku usaha membuat kripik. Kalau kita ramah mendengar kripik berbahan dari pisang, ubi, mungkin beberapa sayuran, ini kripik dengan berbahan dasar Umbi Gadung. Umbi ini sering juga disebut Umbi hutan, beracun dan memiliki beberapa senyawa tertentu yang bisa membuat “teller” siapapun yang memakannya, tanpa diolah.

Roena Buriya: Kamu tipe apa?

Sudah minggu lagi, waktu yang selalu dirindukan. Karena hari ini ada kelas menulis (roena buriya) Buton Raya Educare. Seperti biasa, ada tiket masuk sebelum ikuti kelas. Menulis, tulisannya tentang apa saja.  Sepanjang nyaman dituliskan, paling tidak dicurhatkan.

Singkap Jomblomu

Konten ini selalu mengundang simpati, kalau bukan ia sebagai hal buat lucu-lucuan, ia juga menjadi status. Jomblo. Katanya sih, jomblo itu ada tingkatannya. paling bawah dan akut adalah jones atau jomblo ngenes. Bagi saya, jomblo ya tetap jomblo dan ngenes sudah tentu, tak ada tingkatan2nya didalamnya. Jomblo, bagi saya adalah pesan cinta (ini hanya bagi jomblo yang memang berniat menjaga dirinya dari maksiat). memilih untuk men-jomblo bukanlah hal mudah, godaan sudah pasti, belum lagi celotehan tentang jomblo. Ketahuilah bahwa, jomblo istiqomahmu hari ini adalah sebuah proses untukmu dalam memupuk cinta, yaa...cinta yang bukan sekedarnya, tapi cinta yang tidak bisa dituliskan seperti apa wujudnya, jika tiba waktunya pasti juga ditahu wujudnya. Kadang memang ada sesuatu yang hanya perlu dinikmati tanpa perlu dijelaskan. Biarlah

Proses Belajar itu Proses Memahami Diri Sendiri

Picture From Here Dalam belajar, kita tentu akan menemukan banyak pemahaman tentang berbagai hal. Belajar menjadikan kita memahami sesuatu yang belum diketahui menjadi sesuatu yang di ketahui. Perolehan pengetahuan yang kemudian menjadi sebuah ilmu, yakni dilalui melalui proses belajar. Namun, seyogyanya belajar itu adalah akan menyadarkan kita mengenai pemahaman tentang diri sendiri. Menurut saya, belajar itu seperti apapun khazanah yang ditelusuri dalam prosesnya tapi menjurus pada satu hal, memahami diri sendiri.

........Sudah di Surga.!

Rahasia jodoh, rejeki dan kematian adalah bagian dari ketetapan-Nya, yang patut kita senantiasa berprasangka baik terhadap itu. tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, tanpa sebab musababnya, dan tanpa ketiadagunaan, semua terhadirkan karena ada sebuah hikmah bagi orang-orang yang mengerti.

Menjadi Kelompok yang Sedikit; Kenapa Takut?

Gambar disini Beberapa orang mengikuti sesuatu karena beranggapan banyak orang yang melakukan hal tersebut, terlepas apakah hal itu baik atau buruk baginya. Kondisi ini juga dicerminkan dalam sistem hari ini, dimana mayoritas adalah patokan dilakukannya sesuatu dan kecenderungan mengeyampingkan kondisi minoritas menjadi konsekuensi terjadinya hal ini. Pihak yang sedikit seringkali menjadi bagian yang terpinggirkan, karena tidak memiliki basis dukungan yang kuat. Dalam Pemilu dan Pilkada contohnya, kelompok yang sedikit (dalam perolehan suara) diposisikan sebagai pihak yang kalah. Lalu kenapa dengan menjadi bagian dari kelompok yang sedikit? Kalau memang benar kenapa mesti takut?. Ingat bahwa pemimpin adalah kelompok sedikit, dan memiliki pengikut banyak. Para tokoh-tokoh dunia adalah mereka yang dari kelompok yang sedikit, namun mampu menjadi individu transformatif di dalam masyarakat banyak.

Manifesto

Sebuah pesan yang menjadi manifesto diri, untuk dilaksanakan kelak; “Kalau kita disini tidak usah khawatir, nak! Ini kampung kita, kamu itu yang ada dikampungnya orang baik-baik disana. Sekalipun nanti kamu cuman punya gaji 1 rupiah disini, tetaplah kembali ke sini kampung kita. Membangun disini dan hidup disini, itu pesan terakhir (alm) Bapakmu. Memang disana mungkin akan lebih menjanjikan kesejahteraan buatmu, tapi ini yang dari awal dibilang bapakmu. Itulah mengapa dulu, beliau tidak mengizinkan kita membangun dan tinggal di Ambon, padahal disana tempat usahanya dahulu. Karena beliau ingin, keluarganya itu semua ada dikampungnya tinggal, Butuny (Buton). Ingat itu nak!.”

JANGAN MENGUTUK SEPI DI TENGAH KERAMAIAN

Merasa sepi adalah bagian dari esensi kepemilikan rasa oleh manusia, namun terkadang perasaan sepi menjadi bagian penghalang terhadap sesuatu yang lebih produktif. Perasaan sepi setidaknya pernah dirasa oleh setiap manusia. Berbagai macam alasan bisa muncul dari adanya perasaan sepi ini, mulai dari sesuatu yang termiliki hingga sesuatu yang menyangkut posisi keberadaan makhluk. Namun perasaan sepi dimaksud disini adalah perasaan sepi yang lain, bukan karena kesendirian disuatu tempat, tapi lebih menyangkut sesuatu yang termiliki dalam rasa (baca: hati).

Belajar Membaca

K ita belajar apa hari ini, kek? Belajar melihat pada sisi yang lain...cu! tentang apa, kek? Banjir, cu!

REFLEKSI PEMUDA

Gambar disini Tulisan ini ditemukembali dalam file-file yang tersebar, dibuat sudah cukup lama namun terlupa untuk dipublish ke blog. mengisi lamunan dengan sesuatu yang menggerakka jemari pada tuts notebokk sore itu. bercerita tentang peringatan hari sumpah pemuda 28 oktober 2012 lalu, yang lagi-lagi sekedar seremonia. tulisan sederhana yang tidak mengajak pada pola pikir saya, hanya saja sebagai sharing isi kepala. bisa jadi keresahan kita berada pada sisi yang berbeda, dan tertemukan pada sisi yang berbeda lainnya. bukankah membagi cerita bisa menjadi "sesuatu" yang baru untuk kita dalam menanggapi perspektif masing-masing?.

Merenung...

Mereka mewujudkan Agama sebagai penutup hati nurani dan pengunci akal pikiran. Mereka adalah orang-orang yang tertipu yang berbuat buruk tapi mengira bahwa mereka berbuat baik....musuh yang pintar lebih baik daripada penggemar yang bodoh. _Ali bin Abi Thalib_

Kata Pertama

Sudah duapuluhlima kali diri ini melewati tahun baru, entah yang masuk dalam kesadaran dari itu mungkin hanya beberapa saja. Tahun baru masa kanak-kanak, bisa jadi dilewatkan dalam keriuhan bunyi terompet dan kembang api disamping itu ritual begadang. Tahun baru dimasa remaja, tidak jauh berbeda hanya saja diri telah memiliki jaringan pertemanan, keriuhan terompet, dan kembang api yang sama juga begadang yang sama.

Menghadapi Pilihan-Pilihan

Hal tersulit dilakukan adalah menentukan pilihan, menurutku. pun ketika pilihan itu mewujud dalam rasa. tapi kita sebagai manusia tetap tidak terlepas dari apa yang ditakdirkan dan direkayasa oleh Allah Swt. kita tahu bahwa rekayasaNya lah yang paling baik, bahkan DIA lebih tahu mana yang baik dan tidak pada HambaNya.

Mace Sani : Brigade Penyelamat Perut Mahasiswa

Mace Sani, seorang penjual makanan di kantin bawah tanah Fakultas Ekonomi UNHAS. Entah kenapa tiba-tiba saya teringat sama mace yang satu ini, mungkin karena tadi saling komentar status FB teman yang membahas menganai tanggal tua dan Indomie. Mahasiswa tentunya lekat sama yang namanya Indomie, selain murah cukuplah untuk membentuk perasaan kenyang di perut.

Sederhana, Kisah Cinta Habibie dan Ainun

“ Ainun, Kamu Jelek, Gendut, Itam kayak gula Jawa” -rudi Habibie- Sebuah kata yang dilontarkan oleh Habibie, remaja yang dipanggil rudi oleh teman sekelasnya bernama Ainun, kata-kata ini kemudian yang menjadi pengantar dua sejoli ini bertemu dan akhirnya saling suka. Menyaksikan film Habibie dan Ainun, membuat saya menyadari sesuatu, bahwa cinta itu bukan sekedar kata. Karena ketika cinta terkatakan tak akan cukup rangkaian huruf yang dapat menggambarkannya, bahkan kata-kata yang jelek sekalipun ketika diikutkan rasa cinta semuanya akan menjadi indah.

Bercakap

Berkata Seorang Kakek.... "berhenti kau mengutuk kegelapan, nak. kita tidak hidup didunia hampa, sekecil apapun usahamu pasti akan berbalas....

IMAGINE

Pincture from here "Imagination is more important than knowledge.  Knowledge is limited. Imagination encircles the world."  (Albert Einstein) Imaginasi atau imajinasi? entahlah...

Catatan Imaginer

Pertemuan hari itu sedikit menyisakan lelah, duduk berselonjor diteras masjid. Di dalam sedang dilakukan pengajian ibu-ibu jamaah masjid. Seorang Bapak dengan pakaian sederhana, selesai menunaikan sholat. Dia menghampiriku dan bertanya, kenapa tidak ikut pengajian? Saya bilang, sedang buru-buru mau pulang ada urusan. Saya balik bertanya, kamu sendiri? Dia menjawab sederhana, pengajiannya bukan buat saya.  Loh?? (terheran) Saya mencoba menanyakan kembali, kenapa? Dan berdiskusi panjang.. Begitulah, jawab dia.  petikan diskusi itu seperti ini :

Catatan Pinggir

Picture from [sedikit cerita, bagian dari Aksi Solidaritas Dari Solo Untuk Gaza yang sedikit dilupakan kala itu] Ada catatan yang menarik dan menggelitik dan saya ingin tuliskan disini, yaitu ketika aksi solidaritas ini longmarch dan berhenti di depan Gladak Solo, yaitu pas didepan barisan peserta aksi ada seorang bapak tua pengemis dengan baju lusuh, dua buah gelas plastik yang cukup besar, yang disusunnya dimana yang bawah tempat menyimpan uang sedekah untukknya dan satunya dibiarkan kosong mungkin untuk orang-orang memasukkan uang disitu. Dan kelihatannya bapak ini Tuna Runggu, hal ini saya tahu ketika mendekatinya dan memberikan recehan kepadanya.

Once Upon a Time

Jaya (masih imut2nya) Ini adalah sekumpulan foto, yang secara tidak sengaja (dan beberapa disengaja) ditemukan dalam berkas folder dan beberapa diantaranya pada teks-teks sejarah (ini berlebihan kyaknya ya heheh). tapi foto-foto ini mempunyai kenangan masing-masing kok. saya awali dari foto saya agar tidak terkesan ingin memojokkan yang punya gambar heheh...