Langsung ke konten utama

Roena Buriya: Kamu tipe apa?

Sudah minggu lagi, waktu yang selalu dirindukan. Karena hari ini ada kelas menulis (roena buriya) Buton Raya Educare. Seperti biasa, ada tiket masuk sebelum ikuti kelas. Menulis, tulisannya tentang apa saja.  Sepanjang nyaman dituliskan, paling tidak dicurhatkan.
Tulisan ini sebagai tiket saya, mau bahas apa? Itu yang kadang berat untuk disebutkan, ide bertumpuk hingga tak ada ide yang bisa ditampuk keluar menjadi tulisan. Okelah, karena menulisnya bebas sepanjang nyaman. Saya mau sharing tentang grup what's app punya Buton Raya EDUCARE, yang digerakkan (diramaikan.red) oleh para agent.

Dalam grup ini, hampir tiap hari terisi notifikasi pesan masuk. Beragam dan unik, namun selalu ada benang merah dalam pesan-pesan itu. Kalau bukan tentang cinta, yaaa..apalagi kalau bukan status jomblo yang membanggakan ini sekaligus membuat haru hehehe....

Oke, begini. Dalam grup sudah pasti melibatkan banyak orang, tentu tidak semua orang dapat terus aktif berkomentar. Inilah kemudian yang membuat grup ini memiliki followers yang beragam. Setelah melakukan pengamatan sesaat, sekalipun tidak mendalam saya mengklasifikasikan para followers ini dalam beberapa tipe.

Pertama, tipe sky scapper. Tipe ini adalah mereka yang selalu rame, selalu yang memulai pembicaraaan. Setiap harinya tipe ini mengirim pesan apa saja, atau gambar. Sehari tanpa menyapa serasa seperti belum mandi dua hari, gerah, galau dan gundah gulana. Makanya tipe ini selalu paling rame.

Kedua, tipe couple. Tipe ini mereka yang sulit ditebak. Sekalipun kita tahu mereka siapa. tentu tipe ini, merunut pada status mereka tidak jomblo, kan couple. Sulit ditebaknya, karena satu nomer akun dipake berdua (cople). Jadi kadang kita pikir tengah chat sama si A, ternyata yang membalas itu si B. Jadinya, yang lain selalu main tebak-tebakkan dengan mereka. Disamping itu, mereka sering kerepotan harus menulis nama dibawah pesannya. Mereka juga sangat aktif di grup.

Ketiga, tipe romantic. Tipe ini memang rada sedikit unik. Muncul sesekali namun membuat pesan yang memiliki efek bola salju. Tipe ini cenderung senang membuat gaduh grup dengan pesan atau gambar yang lucu, lalu hilang ditelan masa. Barangkali ia sedang mengamati sambil cengegesan bahagia, seolah dia tidak memiliki masalah serupa haha..

Keempat, tipe observer. Tipe ini cukup senyap, seperti raider. Hanya mengamati aktivitas pesan di grup, namun enggan berkomentar. Kecuali di sebut-sebut namanya, itupun barangkali setelah beberapa kali menggigit bibirnya karena diceritai heheh. Tipe ini juga biasanya bisa bertransformasi menjadi tipe romantic.

Kelima, tipe jumper. Tipe ini adalah semacam tipe yang bisa menjadi tipe lainnya disaat yang sama. Jumper seringkali hanya mengamati, kadang komentar, kadang memprovokasi, lalu hilang dan senyap. Tipe ini seperti jelangkung, datang tak dijemput pulang malah minta ongkos. Tapi, tipe ini selalu ditunggu kehadirannya oleh anggota lainnya.

Nah, ini dia tipe orang-orang dalam grup What's App (WA) Buton Raya EDUCARE. Selalu punya perbedaan, namun itulah yang menjadikannya indah dan mempesona. Seperti pelangi yang memiliki warna beragam, namun mampu berdampingan.

Ohh iya, setiap hal punya pengecualian kan? Nah, perbedaan itu juga punya pengecualian. Misalnya, ketika bahasannya tentang jodoh maka grup akan menjadi ramai seketika, memiliki satu suara. Semuanya senang dengan pembahasan tentang jodoh.

Jadiii....mau bahas jodoh, gabung ke grup kami aja. Buton Raya EDUCARE. Terus, lihat kamu tipe apa?

Komentar

vivi mengatakan…
Kumpulan Arti Mimpi Tentang Sabun Dalam Togel Terlengkap
Makna Arti Mimpi

Tulisan Populer

Kenangan Kambing

Entahlah kemarin pada saat selesai membaca sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Krishna Pabichara, saya kemudian terkesan dengan semangat yang dimiliki oleh Dahlan dan Teman-temannya. Ada sebuah mozaik yang tertangkap oleh zaman dan akan terus terkenang oleh masa atas sebuah pencapaian mimpi anak manusia dan disertai dengan kerja keras. Banyak hal, banyak nilai yang dicatut dalam novel tersebut salah satu kata yang paling saya senangi dalam novel ini adalah “orang miskin cukup menjalani hidup dengan apa adanya”. Novel yang diangkat dari biografi hidup Dahlan Iskan (Menteri BUMN saat ini), walaupun begitu tetaplah cerita yang ditulisnya adalah sebuah fiksi yang ditambahkan bumbu tulisan disana-sini agar menarik tapi tetap memiliki keinginan kuat untuk menggambarkan kehidupan Dahlan Iskan, yang saat ini menjadi salah satu tokoh yang banyak menjadi inspirasi. Namun ada satu aktivitas Dahlan dalam cerita ini yang langsung memberi sebuah kenangan flashback bagi saya, ...

Perempuan Yang Menolak Kalah

Lokasi Foto: Pelabuhan Feri Mawasangka, Buton Tengah Seringkali orang-orang hebat itu, bukan berasal dari kilaunya lampu kamera, ramainya kemunculannya pada televisi atau riuhnya sorak sorai orang-orang saat ia muncul. Tapi, kadang kala orang-orang hebat itu berada di tempat yang sunyi, jarang dilewati kebanyakan orang bahkan pada tempat yang seringkali tidak sadari. Mereka terus bergerak, memberi nilai, merubah keadaan dan mencipta keajaiban kecil bagi lingkungannya. Pada beberapa bulan lalu saya berkunjung ke panti asuhan yang sekaligus pesantren Al Ikhlas, Kaisabu. Seperti biasa, turun dari kendaraan saya bertanya pada salah seorang anak disitu. Ustad mana? Ia jawab, di dalam ada ummi. Lalu saya masuk, bertemu ummi. Pertanyaan pertama setelah mengenalkan diri, saya tanya "ummi, ustad mana?". Beliau terpaku sebentar, lalu tersenyum kemudian menjawab "ustad sudah tidak ada". Ada titik bening disudut mata beliau. Saya kembali bertanya,"maksudnya ummi?". ...

Ide, Konsep dan Aksi

Ide itu murah, sedang konsep itu mahal, namun Aksi itu terlelang. Kenapa begitu?. Banyak orang bisa lahirkan ide begitu ramai, ruang-ruang diskusi penuh dengan ide. Mulai dari yang receh hingga kritis, siapapun bisa lahirkan ide dengan mudah. Sebagian kita, senang dengan proses itu. Saya akan membuat itu, saya akan menciptakan ini, saya akan melakukan seperti itu. Begitulah ide terlahirkan. Namun tak banyak Ide, digiring menjadi Konsep. Sehingga proses ini, membuat sebuah konsep menjadi mahal. Hanya sebagian orang yang akan bisa melahirkan ide lalu menduplikasikannya dalam konsep. Saya akan melakukan ini, dengan proses seperti ini, itu dan sana. Inilah konsep, ia menjadi anak tangga selanjutnya bagi ide. Namun, ruang ini tak begitu banyak dihuni oleh para peng-ide. Kita bisa begitu kritis dalam ide, namun sulit menjadikannya konsep yang dapat dilakukan. Untuk itulah harga sebuah Aksi akan terlelang. Kita bisa menghasilkan ide, menghadirkan konsep, namun tak banyak ...