Langsung ke konten utama

Postingan

Dua Sisi Keping Uang Logam

Gambar: Ilustrasi Seperti dua sisi keping uang logam, yang biasanya dijadikan bentuk undian untuk mengetahui pihak siapa yang akan memulai duluan. Namun bahasan disini berbeda dengan dua sisi keping uang logam tersebut, karena bukan untuk ingin melihat siapa yang akan memulai atau siapa yang kalah, namun pada nilai yang dikandung pada dua sisi keping uang logam tersebut. karena dibolak balik seperti apapun, nilai dari uang logam itu akan tetap sama yang berbeda adalah pada gambarnya saja. Lalu kenapa tulisan ini membahas mengenai dua sisi keping uang logam tersebut? sebenarnya, ini berawal karena bahan diskusi di jejaring sosial dan di forum-forum lainnya tentang dinasti politik di beberapa daerah, banyak pihak yang menolak hal ini karena ini bagian dari perusakan nilai demokrasi namun tidak sedikit juga yang mendukung hal ini, kenapa? Karena sekalipun hal ini banyak terjadi di daerah namun toh posisi-posisi tersebut juga dilewati pada jalur politis yakni melalui pemilu dan p...

Sesudah Ini Apa???

Ketika kita melakukan sesuatu, apapun itu pernahkah kita diperhadapkan sama pertanyaan “setelah ini apa ya”? Kemudian sejenak berhenti dan berpikir, iya apa lagi ya? Dan biasanya hal ini berlangsung beberapa kali dan memakan waktu beberapa menit lamanya. Saat itu seolah waktu berhenti atau berjalan amat cepat, entahlah. Kita seakan dibawa pada nuasa kabur tentang apa yang akan terjadi didepan. Memikirkan hal ini memang hanya akan membawa kita berpikiran ini dan itu, namun jika tidak segera direncanakan bukan berarti sesuatu yang sudah kita niatkan akan melakukan itu akan terlupa, dan melakukan hal lain yang sebelumnya tidak terpikir oleh kita.

Kejadian yang Membelajarkan

Memasuki 10 bulan berjalannya UNS Sunday Market, belum ada kejadian negatif yang kami panitia temui. namun hari ini ada sesuatu yang berbeda dan menjadi pembelajaran sangat berharga bagi kami panitia. Bahwa kehati-hatian, kewaspadaan terhadap sesuatu yang buruk itu sangat diperlukan, bukan karena berprasangka buruk kepada siapapun. Tapi penciptaan kesempatan kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab itu, terkadang lahir dari pemberiaan kepercayaan kepada sesuatu yang tidak ada dan itu kami anggap wajar saja. 

Akhir Bulan

Beberapa hari ini, atau bisa dibilang nyaris selama dua minggu badan ini selalu merasa tidak enak. Terlalu cepat capek yang lalu membuat kepala sakit dan demam ikut-ikutan datang menghinggapi. Mungkin dikiranya saat ini sedang ada pesta para penyakit dalam tubuh saya, sehingga mereka berkumpul dan mengadakan reuni kecil-kecilan dan itu membuat saya merasa tidak enak, apalagi hal ini harus dilakoni di daerah orang...ohhh dilema anak kost pencari setitik terang masa depan.

Sejenak Merenung

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menuntaskan bacaan novel yang diinspirasi dari kehidupan pak Dahlan Iskan. Ini serial kedua setelah novel pertama berjudul sepatu dahlan dan ini edisi keduanya berjudul surat dahlan yang ditulis oleh Khrisna Pabichara. Novel ini sebenarnya sudah termasuk lama terbitnya dan saya agak terlambat membacanya. Namun akhir-akhir ini, membaca novel biografi atau yang mengajak berpikir agak berat memang lebih menyenangkan. Sebut saja misalnya Paulo Coelho, Ayu Utami, Dee, Tere Liye, atau sekaliber Jostein Gadner atau mungkin Dawn Brom. Heheh....

Sesuatu yang Tidak Terkatakan

Lebaran Idul Adha tahun ini (2013 M/1434 H) agak berbeda dengan serangkaian perayaan yang selalu saya jalani, entahlah ini rasa apa dan bagaimana. Hanya saja ada sebuah kerinduan yang menelisik masuk dalam pikiran dan membuka perasaan ini (agak lebay ya..). padahal ini bukan pertama kali merayakan lebaran Idul Adha tidak dengan keluarga besar di daerah, namun ada sesuatu yang berbeda dalam rasa kali ini.

Masih Saja

Entahlah ini bisa disebut apa, namun pikiran ini selalu saja datang menggerayangi moment tertentu yang dijalani. Apa ini yang dikatakan oleh orang-orang tentang kerinduan? Ahh..ini sudah lama, toh bisa jadi saat ini segalanya telah berubah. Kenyamanan, kemauan dan kesukaan yang tercipta atas dua jiwa. Saat ini, bisa saja menjelma pada sosok yang lain diantara masing-masing raga pemilik jiwa itu. Begitulah, semakin di tampik untuk di lupakan. Maka......?? Tuh....kan? selalu saja seperti ini. Apapun itu, ini adalah kerinduan. Mungkin! Duhh...inilah yang dikatakan orang-orang ; “kerinduan itu seperti angin.  Maka ketika kerinduan mendatangimu, tidak ada yang bisa mengalahkannya bahkan jika kau terus melawannya maka dia akan semakin dalam menjeratmu. Satu-satunya jalan adalah membiarkannya, hingga kerinduan itu akan pergi dengan sendirinya. Pada titik tertinggi dari kerinduan adalah; munajat doa-doa yang kausematkan namanya pada kehendak-Nya”. Sudah, ah... M...

Sekilas Titik Balik...

Tumpukan file ini masih jarang terbaca, setelah didonlot dari berbagai situs di Internet. Seperti biasa pikiran ini akan lebih terbuka ketika membaca beberapa hal yang berkaitan dengan apa yang akan dituliskan. Sama seperti saat ini, ketika sibuk membuka-buka file dan beberapa buku untuk mencari kesamaan antara satu teori dan teori lainnya. saya kemudian teringat dengan Bapak dan Ibu Guru saya waktu sekolah dahulu, terutama pada masa SMA. Apa yang membuat saya tiba-tiba teringat mereka? Buku dan literatur yang mesti dibawa atau dimiliki pada saat pelajaran Bapak dan Ibu Guru Mata Pelajaran tersebut. ketika dahulu, siswa semacam diwajibkan untuk memiliki buku paket yang biasanya dijual oleh guru, dalam buku paket inilah kemudian semua pekerjaan rumah maupun tinjauan dalam pelajaran akan dibahas. Walaupun terkadang beberapa dari kami tidak mampu untuk membeli buku paket dari semua pelajaran yang mewajibkannya, namun guru selalu bermurah hati dengan metode pembayaran yaitu di c...

Terprovokasi oleh Status Sendiri

Beberapa waktu lalu saya menuliskan sebuah status dijejaring sosial facebook, niatnya cuman mau mengajak diskusi kecil di dunia maya bersama teman, untuk itu dalam status tersebut saya menandai beberapa teman ngumpul untuk berkomentar tentang status yang saya buat tersebut. ternyata tanggapan dan komentar dalam artian simpatik dan tertarik dengan status ini cukup panjang dan beragam. status ini berasal dari sebuah buku yang kebetulan saya melihatnya di toko buku dalam barisan buku baru, memang tema dalam buku tersebut berkaitan dengan topik hangat diskusi kami kalau lagi ngumpul, mungkin ini titik akumulasi dari sebuah pencapaian umur. Status yang berasal dari judul buku “Jika Kau Cinta, Maka Datanglah Pada Orang Tuaku” ini sebenarnya setelah saya kroscek ditujukan untuk remaja, dimana pada buku ini menekankan bagaimana kegiatan pacaran yang dilakukan oleh remaja hanya akan membawa pada ketidakpastian, dan bahkan dalam agama hal ini disebut sebagai “mendekati zina”, maka buku ...

Ketika Praktek Terbentur Teori (Celoteh Galau mahasiswa dengan Tugas Akhirnya)

Semalam, sehabis olahraga sore dan makan malam bersama; saya, pak aga dan hendra akhirnya nongkrong dikontrakan pak aga belakang Kampus ISI Surakarta. Ada yang berbeda disini, karena biasanya kami berempat dengan si Lewi namun dia belum pulang dari kampung halamannya. Kebetulan kontrakan rumah pak aga ini, bagian belakangnya dikontrak oleh mahasiswa ISI Surakarta. Tentunya karena mereka dari sekolah seni tentunya banyak menghasilkan karya berupa lukisan, patung, pahatan dan macam-macam. Nah, malam itu kebetulan mereka sedang berbenah dihalaman depan kontrakan yang cukup luas, katanya buat melakukan pameran karya mereka. Pameran ini bisa jadi pertama dan awal mula Insya Allah di Solo karena pameran seperti ini di jogja lebih familiar, semoga bisa jadi trendsetter lah kata mas Sigit (salah satu mahasiswa ISI Surakarta).