Langsung ke konten utama

Postingan

Kebetulan

Gambar disini Pernah saya bercerita sebelumnya disini, Tentang sepasang Kakek Nenek yang berjualan di lingkungan kampus UNS, mereka tidak menyerah pada kehidupan yang mentakdirkan mereka hidup dalam keterbatasan, kakek yang tuna runggu dan nenek yang cacat ditangannya. Hari ini, kebetulan bertemu  kawan  lama seorang sopir bus kampus UNS. Karena lama tidak ngobrol makanya diajaknya saya naik bus nanti diantarnya ke tujuan saya, perpustakaan pusat UNS. Sebenarnya tujuan saya tidak berjarak terlalu jauh dari gerbang kampus dimana saya bertemu denganya, hanya saja bahan obrolan kami masih panjang dan akhirnya saya ikut memutar kampus dan turun pas depan Gedung Pascasarjana, yang kebetulan itu berada dibelakang perpustakaan.

Keberanian Kebermanfaatan

Gambar disini Kemarin (20 Juni 2013), menghadiri seminar proposal salah seorang teman, walaupun dari jurusan yang berbeda di program pascasarjana UNS Solo tapi setidaknya banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik saat itu. kita tidak pernah tahu sesuatu itu bisa memberikan pelajaran berharga kepada kita ketika kita tidak mampu untuk mau membuka diri untuk belajar, bahkan dari sebuah batu sekalipun. Begitulah, serangkaian perjalanan dalam presntasi proposan teman ini membuka sebuah cakrawala berpikir yang selama ini saya tutupi dalam kerangkeng keilmuan saya saja. bahwa ketika kita mau membuka diri bahwa tidak ada yang "lebih", kemudian mau belajar sesungguhnya khasanah keilmuan itu begitu luas, begitu banyak. namun bukan karena ada pengetahuan baru saja yang saya dapati hari itu, tapi sebuah spirit bahwa mestinya saya juga mampu menguatkan tekad untuk mampu duduk didepan dan memaparkan proposan research tesis saya.

Salute

Kemarin (Minggu, 16 Juni 2013), sekitar jam 6 lewat waktu disini (WIB) sebuah sms melayang buat Mirna.  saya  : Semoga Acara Sirkumnya Lancar yaa... Mirna : Iya, ini lagi registrasi anak-anak yang mau di sirkum. saya: Oke, Salam buat teman-teman disitu.. Cuma SMS yang bisa menghubungkan kesana, karena disini juga saya sedang sibuk dengan para Pedangang Suday Market, jadi hanya melalui SMS menanyakan kabar mereka. saya yakin apa yang mereka lakukan hari ini, pasti melalui serangkaian persiapan yang bisa jadi sangat menyibukkan. Merencanakan ini itu, membuat ini itu, mengumpulkan ini itu, dan macam-macam. toh, saya pernah merasakan itu juga dahulu tahun 2010.

#Note

Beberapa waktu lalu, tidak sengaja dari tumpukan berkas di dalam lemari kamar kost saya menemukan sepotong kertas itu. kertas nota bayaran buat taksi bandara dari Adi Sumarmo Solo ke Kost-an saya, di sekitaran daerah Gendingan Jebres Solo. entahlah ini kesengajaan penemuan atau tidak, tapi bagi saya tidak ada yang kebetulan, semuanya telah diatur kapan menemu kapan berpisah.

Pelajaran dari Promosi Doktor

Dari raut wajahnya terlihat sebuah kecemasan, mungkin ini bagian dari penentuan bagi sebuah pencapaian gelar akademik strata 3 alias doktor. Bagi saya ini pencapaian prestisius, mendapat gelar doktor bukan saja berimbas pada sebuah kebanggaan namun juga pada sebuah tanggungjawab yang besar. Makanya saya mengatakannya sebagai pencapaian prestisius, karena siapapun yang memiliki itu tentu punya pertimbangan matang bahwa dia kelak bisa mempertanggungjawab apa yang dimilikinya itu. Namun mengikuti rangkaian sidang terbuka terbatas program doktor ini memberikan banyak pelajaran berharga, walaupun disatu sisi bahwa saya tidak satu program dengan beliau yang sedang ujian sekarang. Saya pun mengenal beliau dari teman juga, tidak terlalu akrab juga namun mungkin karena dari indonesia timur alias perantauan, bisa membuat semuanya lebih dekat.

Heyyy....Mau menuliskan apa?

Setiap penulis mungkin pernah mengalami ini, walaupun saya bukan penulis namun saya suka membaca sebuah tulisan. entah untuk kategori ini akan disebut sebagai apa, hanya saja ketika saya mulai menulis pasti sangat dipengaruhi oleh apa yang baru saja saya baca. block writer istilah mudahnya kemandekan dalam menulis, itulah saya kini. saya bisanya (atau ada perjanjian sama diri sendiri untuk menuliskan apa saja tiap minggu) namun akhir-akhir ini sulit untuk menuliskan sesuatu. heyy..lagi-lagi bingung ingin menuliskan apa. Memang kesibukan bukan alasan untuk tidak menulis kan?, toh ketika di sela-sela tugas saya masih bisa menulis sesuatu (itu beberapa bulan lalu) tapi sekarang, entahlah... Menulis? mau menulis apa lagi?

Satu Tambah Satu, Sama Dengan NOL

gambar disini Ada sebuah pertanyaan, bagaimana caranya agar kita dihormati oleh orang lain?. Jawabannya sederhana, jangan pernah berpikir untuk menjadi terhormat di hadapan orang lain, cukup jadi lah dirimu sendiri dan hormatilah orang-orang disekitarmu. Penghormatan itu bukan kita yang menciptakannya, tapi Dia yang akan menciptakannya. Sederhana, namun jawaban itu memberikan kita pemahaman, bahwa ketika mengharapkan sesuatu terjadi pada kita. Maka buatlah sesuatu itu terjadi pada diri orang lain dahulu oleh perbuatan kita. Seperti efek cermin, kita akan melihat patulan gerakan yang sama seperti gerakan yang kita peragakan di depan cermin. Situasi ini seperti sebuah lelucon kehidupan yang baru saja saya alami dan teman. Ketika apa yang kita lakukan, karena memang hanya bermaksud menolong orang lain. Tidak pernah berniat akan diperlakukan apapun oleh orang tersebut, hanya saja kami ingin belajar lebih dari apa yang diajarkan kepada kami dalam ruang kelas, untuk kemudian memb...

Saling Menuntun : Mereka Melengkapi

Gambar disini Dibawah rerimbunan pohon sepanjang jalan dalam kampus, terlihat dua orang tua separoh baya duduk disalah sudut jalan. Dengan menenteng jualan mereka, sapu ijuk, keset kaki, kemoceng, dan beberapa lainnya. kelihatannya itu adalah barang buatan mereka sendiri. Beberapa hari sebelumnya juga begitu, mereka selalu berjalan ke dalam kampus untuk menjual barang dagangannya. Entahlah setiap kali atau bahkan setiap hari jualan yang dibawa mereka itu laku dan terjual berapa banyak. Atau sekedar bertanya apakah jualan mereka mampu memenuhi kebutuhan mereka hari itu. Namun apa yang berbeda dari kedua orang tua paroh baya ini. menuntun, mereka selalu saling menuntun  menyusuri  jalan setapak sepanjang kampus. Dan biasanya berhenti dan duduk di tempat yang kini saya melihat mereka. Karena tujuan saya hari itu adalah ke kantor pos, maka saya cuman menengok sejenak ke arah mereka.

Itu Namanya Jodoh, yaa...

gambar disini Ketika itu.... “Kok suami ibu itu, kayak begiru ya?”. Tanya seorang teman kepadaku. Mangnya kenapa? Tanyaku balik. “diluar ekspektasi, lho. Awalnya saya pikir, suaminya itu ciri-ciri fisiknya tidak seperti itu” (Teman, mencoba menjelaskan ciri-ciri fisik suami seorang ibu yang kita temuai saat itu. sepertinya keadaan yang sebelumnya terlihat dari keadaan si ibu, dan suaminya. Saat ini sangat jauh berbeda dengan imaji yang terbangun sebelumnya dengan kondisi saat ini yang ditemui.) Saya cuman jawab, namanya Jodoh kan?? “Tapi, kok begitu ya...”, dia sambil tersenyum masih penasaran. Itulah keadilan Allah Swt, Jawabku pendek...(tersenyum)

Ketika Hujan...

sumber disini Apa yang terpikirkan olehmu ketika hujan, jemuran di kost-an yang belum diangkat? atau ada hal lain yang membuatmu mengingat seseoranga dikala hujan?. setiap orang tentun punya cerita dan kenangan dengan hujan, bahkan bukan saja kenangan namun muncul ketakutan bagi masyarakat yang selalu menjadi langganan banjir di daerahnya. Namun saya punya cerita, ketika menghadapi hujan di kamar kost yang tidak terlalu luas itu. setiap kali hujan, jika hujannya deras atau bahkan beranging, praktis air rembesan hujan akan selalu menetes dengan teratur didalam kamar. menggenangi lantai yang dilapisi oleh karpet plastik, dan otomatis semakin lama hujannya maka akan semakin membanyak airnya. Tapi, ini menarik. disitulah letak kemenarikannya menurut saya, sedikit repot memang namun saya menikmatinya, tiap tetesan demi tetesan itu menjadi irama dalam kamar kost saya (ini lebay yaa....heheh). menunggunya menetes dan melihat perambatan airnya disepanjang lapisa tripleks kamar itu...