Langsung ke konten utama

Kangen Jogja

Sewindu di Jogja

Pernahkah merasa dibawa ke ingatan masa lalu disuatu tempat? kita seolah merasakan anginnya, hangat suhunya, bau tanahnya, suasana bisingnya, atau hal-hal lain yang seolah-oleh kita berada di suatu tempat yang secara tidak langsung kita ingat itu dimana.

Kita ibarat merasakan dejavu, dimana seolah-olah kita berada di lokasi yang ada di pikiran kita. Ingatan seperti ini umunya bisa menyangkut pada lokasi, waktu atau bahkan memori bersama seseorang.

Seperti itu kira-kita yang tengah saya rasakan saat ini, pada moment-moment tertentu yang saya lewati dalam beberapa hari ini selalu menarik ingatan saya ketika berada di salah satu kota di jawa, kota jogjakarta. entahlah ini bentuk ke-kangenan saya dengan kota ini, atau ini semacam peringatan semesta bahwa saya akan ke sana dalam waktu dekat. entahlah....

Yang jelas, apapun itu mesti disyukuri. tidak ada yang kebetulan. ingatan-ingatan ini barangkali kota itu mencoba menyapa saya bahwa "anda kami tunggu disini".

Semoga...





Komentar

Tulisan Populer

Kenangan Kambing

Entahlah kemarin pada saat selesai membaca sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Krishna Pabichara, saya kemudian terkesan dengan semangat yang dimiliki oleh Dahlan dan Teman-temannya. Ada sebuah mozaik yang tertangkap oleh zaman dan akan terus terkenang oleh masa atas sebuah pencapaian mimpi anak manusia dan disertai dengan kerja keras. Banyak hal, banyak nilai yang dicatut dalam novel tersebut salah satu kata yang paling saya senangi dalam novel ini adalah “orang miskin cukup menjalani hidup dengan apa adanya”. Novel yang diangkat dari biografi hidup Dahlan Iskan (Menteri BUMN saat ini), walaupun begitu tetaplah cerita yang ditulisnya adalah sebuah fiksi yang ditambahkan bumbu tulisan disana-sini agar menarik tapi tetap memiliki keinginan kuat untuk menggambarkan kehidupan Dahlan Iskan, yang saat ini menjadi salah satu tokoh yang banyak menjadi inspirasi. Namun ada satu aktivitas Dahlan dalam cerita ini yang langsung memberi sebuah kenangan flashback bagi saya, ...

Ramadhan Yang Tak (Pernah) Dirindukan

"ahh...tinggal beberapa hari lagi puasa" "Sudah bikin kue?" "THR belum keluar ya?" "Sudah punya baju baru?"

Hayati; Beracun yang Berarti

Ini bukan tentang hayati, tapi orang lain. Hayati hanya buat keperluan judul aja. Namanya Ibu Nurdiana, pelaku usaha membuat kripik. Kalau kita ramah mendengar kripik berbahan dari pisang, ubi, mungkin beberapa sayuran, ini kripik dengan berbahan dasar Umbi Gadung. Umbi ini sering juga disebut Umbi hutan, beracun dan memiliki beberapa senyawa tertentu yang bisa membuat “teller” siapapun yang memakannya, tanpa diolah.