Langsung ke konten utama

Optimisme Niat

Beberapa tahun lalu mungkin saya lebih suka untuk bermimpi-mimpi, itu juga yang membuat saya seringkali menulis tentang imajinasi baik itu di blog atau buku kecil "si hijau" saya. memang, saya percaya bahwa ketika kita masih mampu untuk bermimpi sesungguhnya kita dapat menciptakan mimpi itu menjadi nyata. dalam buku Ibrahim El Fikhy, yang membahas tentang berpikir positif menyatakan bahwa keinginan yang kuat terhadap sesuatu dapat membuat kita terus berpikir tentang hal itu, dan banyak pengalaman dengan keinginan tersebut dia secara tidak langsung memberikan dorongan positif pada dirinya untuk mencapai keinginan tersebut. Tawakkal menjadi kunci dalam usaha tersebut.


Allah SWT berfirman :
Barang Siapa tawakal kepada Allah, niscaya Dia mencukupkan (keperluan)nya (Q.S. Al Thalaq: 3)
Sesungguhnya Allah Menyukai orang-orang yang tawakal pada-Nya (Q.S. Ali Imran: 159)
Sesungguhnya Allah tidak menyianyiakan pahala bagi orang-orang berbuat kebaikan (Q.S. Al Taubah: 120)
maka sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati. lalu bagaimana dengan rencana mimpi yang kita inginkan namun tenggat waktu yang di target telah habis? teman saya menanyakan hal itu pada saya. bingung juga sih, namun setelah bertanya ke beberapa artikel cara paling mudah adalah membuat daftar mimpi tersebut. namun tentunya mesti dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kuncinya Tawakkal Kepada-Nya. Insya Allah di cukupkan...

satu pengalaman foto, foto ini saya ambil sewaktu di bali persis sudut dan model yang sama dengan foto yang saya ambil beberapa tahun lalu di Baubau tepatnya di Pantai Bone-bone kelurahan tarafu, baubau. semula mungkin kejadian kebetulan menurutku, namun setelah mengingat-ngingat ternyata awalanya foto yang di baubau saya buat untuk membuat teman-teman untuk percaya bahwa saya lagi di Bali. nah ternyata betul saat ini foto yang mirip ini diambil di bali bukan di baubau hehehe...
Keinginan yang kuat, tuliskan mimpi-mimpimu, lakukan usahamu, dan bertawakkal lah...satu pelajara penting setelah berusaha "mengingat sejarah" ,,,,,nice..
(oh ya..maaf foto yang sama diambil di Baubau, tdk dapat ditampilkan disini arsipnya ada di komputer di baubau, suatu saat mungkin saya akan sandingkan berdua heheh)..

tahun 2012 (Bali)


tahun 2010 (Baubau)












Percayalah kawan, Usaha yang disertai Tawakkal akan berjalan baik...
satu pelajaran berharga untuk hari ini buat saya, Insya Allah ada Jalan..:)

Komentar

Tulisan Populer

Kenangan Kambing

Entahlah kemarin pada saat selesai membaca sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Krishna Pabichara, saya kemudian terkesan dengan semangat yang dimiliki oleh Dahlan dan Teman-temannya. Ada sebuah mozaik yang tertangkap oleh zaman dan akan terus terkenang oleh masa atas sebuah pencapaian mimpi anak manusia dan disertai dengan kerja keras. Banyak hal, banyak nilai yang dicatut dalam novel tersebut salah satu kata yang paling saya senangi dalam novel ini adalah “orang miskin cukup menjalani hidup dengan apa adanya”. Novel yang diangkat dari biografi hidup Dahlan Iskan (Menteri BUMN saat ini), walaupun begitu tetaplah cerita yang ditulisnya adalah sebuah fiksi yang ditambahkan bumbu tulisan disana-sini agar menarik tapi tetap memiliki keinginan kuat untuk menggambarkan kehidupan Dahlan Iskan, yang saat ini menjadi salah satu tokoh yang banyak menjadi inspirasi. Namun ada satu aktivitas Dahlan dalam cerita ini yang langsung memberi sebuah kenangan flashback bagi saya, ...

Nyanyian Bocah Tepi Pantai

Gambar disini Diantara bagian pulau yang menjorok kelaut, terselip sebuah kehidupan manusia sederhana. Bocah-bocah manusia yang menggambar masa depannya melalui langkah-langkah diatas pasir, mempelajari kehidupan dari nyanyian angin laut, dan menulisakan kisah melalui deburan ombak yang mengajari menggaris tepi daratan dengan buihnya. Hari-harinya dilakukan dilaut, berkomunikasi dengan laut sekitar. Setiap hal diberikan oleh laut, kecuali sesuatu yang selalu dinantikan mereka, sesuatu yang selalu dinanti anak manusia dalam hidup, dan menjadi kehidupan bagi generasinya mendatang, yakni sesuatu yang berwujud kesempatan. Kesempatan yang disebut kasih sayang Ina’ [1] mereka.

Getaran Galau

Setiap orang menurutku pernah merasakan galau mungkin, namun bukan galau seperti yang jamak kita ketahui, galau yang menyangkut percintaan. Namun, ini mungkin galau tentang masa depan kita yang saat ini masih sulit diprediksi bahkan untuk di khayalkan. Galau memang sesuatu yang bisa jadi baik namun bisa berefek jelek juga. Galau seperti ini memang patut mendapat manajemen yang baik, jika kemudian waktu dihabiskan hanya untuk memikirkan apa yang akan terjadi di depan, akan tetapi kita lupa untuk melakukan sesuatu pada hari ini. otomatis, perhatian kita hanya pada kegalauan tersebut sehingga yang ada dipikiran adalah mengandai-andai. Berbeda jika kemudian galau yang kita rasakan itu diarahkan ke tindakan yang lebih positif.