Langsung ke konten utama

APA..??

Apa yang mesti ku beritahukan padamu ?
tentang masa depan yang tak pernah aku pikirkan ?
tentang sebuah perjuangan yang tak pernah aku lakukan ?
tentang sebuah perjalanan yang tak pernah aku jalani ?

Apa yang mesti kukabarkan padamu ?
tentang sesuatu yang hilang itu ?
tentang sebuah perasaan hati itu ?
tentang sebuah keberanian yang tersembunyi itu ?

Apa yang mesti kulakukan terhadapmu ?
menceramahimu hingga kau tertidur ?
mendongengimu hingga kau lupa untuk tidur ?
atau menasehatimu akan sesuatu yang aku sendiri tidak pernah melakukannya ?

Atau sekarang aku dan kamu DIAM berhadapan dan menunggu sampai
kita berdua sendiri tidak mengerti apa yang kita lakukan!!!!!

Makassar,13 juni 2009
...jaya...

Komentar

Tulisan Populer

Kenangan Kambing

Entahlah kemarin pada saat selesai membaca sebuah novel berjudul Sepatu Dahlan yang ditulis oleh Krishna Pabichara, saya kemudian terkesan dengan semangat yang dimiliki oleh Dahlan dan Teman-temannya. Ada sebuah mozaik yang tertangkap oleh zaman dan akan terus terkenang oleh masa atas sebuah pencapaian mimpi anak manusia dan disertai dengan kerja keras. Banyak hal, banyak nilai yang dicatut dalam novel tersebut salah satu kata yang paling saya senangi dalam novel ini adalah “orang miskin cukup menjalani hidup dengan apa adanya”. Novel yang diangkat dari biografi hidup Dahlan Iskan (Menteri BUMN saat ini), walaupun begitu tetaplah cerita yang ditulisnya adalah sebuah fiksi yang ditambahkan bumbu tulisan disana-sini agar menarik tapi tetap memiliki keinginan kuat untuk menggambarkan kehidupan Dahlan Iskan, yang saat ini menjadi salah satu tokoh yang banyak menjadi inspirasi. Namun ada satu aktivitas Dahlan dalam cerita ini yang langsung memberi sebuah kenangan flashback bagi saya, ...

Ramadhan Yang Tak (Pernah) Dirindukan

"ahh...tinggal beberapa hari lagi puasa" "Sudah bikin kue?" "THR belum keluar ya?" "Sudah punya baju baru?"

Hayati; Beracun yang Berarti

Ini bukan tentang hayati, tapi orang lain. Hayati hanya buat keperluan judul aja. Namanya Ibu Nurdiana, pelaku usaha membuat kripik. Kalau kita ramah mendengar kripik berbahan dari pisang, ubi, mungkin beberapa sayuran, ini kripik dengan berbahan dasar Umbi Gadung. Umbi ini sering juga disebut Umbi hutan, beracun dan memiliki beberapa senyawa tertentu yang bisa membuat “teller” siapapun yang memakannya, tanpa diolah.