Langsung ke konten utama

Postingan

Bertemu Dilan dalam kampanye pilpres

Jika bioskop-bioskop kini tengah sesak sama penonton, yang ingin menikmati serial kedua novel pidi baiq Dilan 1991 itu. Setidaknya, hal serupa juga bisa kita temui di bioskop media sosial perihal kampanye pilpres. Apa nyambungnya sih antara Dilan dan kampanye pilpres?. Nah, baca aja dulu postingan ini...heheh...

Cerita PKM; Pikiran yang sederhana tapi bukan warung sederhana.

Sembari mengulurkan kedua tangan, seraya menggoyang-goyangkan sepuluh jemarinya. Kepala Desa menyampaikan permintaanya, "bapak dosen ajar katong bagini-bagini".

Cerita PKM: Bilingual

Hari itu sudah sore, udara cukup lembab sisa hujan semalam. Suasana desa mulya jaya kecamatan lasalimu selatan cukup lenggang, bukan apa-apa? Karena memang jumlah populasi desa ini tidak begitu banyak.

Kata_Karya

Suara itu nampak bergetar, "terima kasih bapak ibu orang tua yang telah melahirkan mahasiswa hebat seperti mereka, terima kasih pula kepada para kaprodi dan dosen yang turut mendidik dengan baik". Itu adalah penggalan kata-kata Ibu Wa Ode Alzarliani, S.P.,M.M. Selaku Rektor UM. Buton ketika memberikan sambutannya pada prosesi pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Internasional Tahun 2019.

....

Sepi itu pesta jutaan kata, petasan dan kembang api dari cinta yang tak bersambut, kekasih. (Sujiwo Tejo) Dalam era revolusi industri 4.0, yang kini disusul oleh society 5.0, sisi kemanusiaan sejatinya berada pada sisi klimaks antara tergerus oleh teknologi yang eksponensial, atau tuntutan humanisme pada setiap hal.

Catatan Cucu Nonton Debat

Selain banyak hal yang coba diterka secara tajam oleh netizen. Tak begitu banyak gesture, gimmick hingga konten debat yang bisa saya analisa seperti lihainya pada netizen sekalian. Hanya saja, ada hal menarik yang saya sangat suka dengan situasi semalam. Bikin adem dan suasanya yang semula panas menjadi begitu menyejukkan, hingga akhirnya ditutup dengan lagu dari si Bintang RRI itu.

MAS LAUDE

Hari itu habis hujan, masih sedikit gerimis. Jalan masih begitu basah, kelokan jalan poros baubau-pasarwajo saat itu cukup licin. Saya berhati-hati memacu motor, untuk pulang dari mengajar di pasarwajo menuju Baubau. Pelan berjalan, saya melihat motor yang begitu familiar. Merah hitam, khas motor punya mas laude (panggilan saya pada Mustama Tamar Goqill). Tidak jauh, tepat di warung-warung tepi jalan, ia muncul sambil tersenyum.

Membaca 4.0: Ketika Aktivitas Membaca Tidak Selalu Melalui Buku.

Sumber Gambar Disini Namanya Zahwa, siswa di salah satu sekolah menengah pertama Kota Baubau. Film DIlan, membuat dia penasaran dengan novel yang ditulis oleh Pidi Baiq itu. Namun, setelah melihat novel tersebut ia kurang tertarik. Apa pasal? Novelnya terlalu banyak tulisannya, kata dia. Lalu ditambahkannya, saya suka kalau baca buku itu yang banyak gambarnya, sa rasa sakit kepalaku liat tulisan semua satu buku

MERAYU PARTISIPASI PEMILIH MARGINAL DALAM PILKADA SERENTAK 2018

Tanggal 28 mei 2018, Seorang berinisial FN diamankan oleh kepolisian Resor Kota Pontianak. Pasalnya, ia membuat heboh dengan berteriak dengan maksud bercanda bahwa ada bom di tasnya. Pesawat maskapai Lion Air yang sedianya berangkat dari Supadio Pontianak menuju ke Bandara Soekarno Jakarta dibatalkan. Sejumlah delapan orang penumpang lainnya terluka dan lainnya panik berhamburan keluar. Akibat candaan satu orang, membuat banyak hal tidak menyenangkan terjadi.

TANGKANAPO’: MENJADI GENERASI MILENIAL KOTA BAUBAU

Jika Dilan bilang rindu itu berat, justru menentukan pilihan politiklah yang berat. Gejala ini terdapat pada mereka generasi milenial, informasi begitu deras diperoleh namun tak begitu cukup memberi kesimpulan bagi generasi ini untuk menentukan pilihan politiknya kelak. Partisipasi dan rasionalitas terhadap lingkungan mereka cukup besar, akan tetapi menjadi apatis terhadap struktur bernegara juga begitu menghantui. **