Langsung ke konten utama

Postingan

Ayra!

Ketika Sebuah Kembalian Kebaikan Berlaku

“ingatlah nak, hukum energi itu berlaku. Dimana energi tidak dapat dihancurkan namun hanya mampu berubah bentuk. Jika hari ini kamu berlelah-lelah mengeluarkan energi buat membantu orang lain, jangan kecewa jika hal itu belum membuahkan hasil secara langsung. Karena energi yang kamu keluarkan hari ini, akan dengan sendirinya bekerja untukmu di lain waktu dengan besaran yang sama atau bahkan bisa lebih besar dari itu, Tuhan tidak tidur, nak!.” Begitu, penggalan pesan dari seorang dosen saya tepatnya guru, namanya Bapak Sutanto. Beliau seorang yang menurut saya penuh dedikasi bagi sebuah inovasi dan perubahan. Sekalipun beliau tidak secara langsung mengajari saya dalam ruang kelas kuliah selama kuliah di Universitas Sebelas Maret, setidaknya beberapa kegiatan yang selalu saya ikuti bersama beliau memberikan ajaran yang cukup berarti bagi saya. Seseorang yang dahulu hanya melihat lingkungan itu sebatas daerah saya saja.

Rara Tarmizi

Setelah Najwa Latif, penyanyi cover dari aceh ini cukup menyita perhatian. Yaaa....walaupun dia sudah tidak single lagi alias sudah bersuami. Namun tetap saja saya tertarik dengan suaranya....wajahnya, eeemmmm.....sssttt...jangan ditanya saya masih normal kok hehehe.....cantik!

Blog Punya Orang

Pertama kali membaca salah satu postingan di blog ini , saya tertarik. cara menulis, memformula kata-kata untuk menjadi layak santap itu lucu kadang berbau absurd juga sih. silahkan kunjungi dan resapi tulisannya, kalau belum meresap berarti anda perlu lap karena lantai pikiran anda tidak mampu diresapi oleh tulisan ini hehehe.... Saya penganggumnya kali ini, mulai berselancar membaca pikirannya ahhh... nil linknya :  http://www.meykkesantoso.com/2014/04/anak-muda-merantaulah.html

Tirakatan 17-belasan di Solo

Ada yang berbeda dengan perayaan tujuhbelasan tahun ini, berhubung saya melewatinya di Solo tempat perantauan sementara untuk menuntut Ilmu. Sebenarnya tahun ini cukup spesial terutama pada moment-moment yang semestinya berada bersama keluarga, namun ini malah dihabiskan bersama keluarga orang di tanah perantauan, karena tidak bisa pulang kampung... Tirakatan atau semacam perenungan warga. Digang saya (gang mendung IV) saat malam tujuhbelas agustus kemarin diadakan tirakatan, yang kalau di kampung saya (Baubau, SulTra) kegiatan semacam ini tidak pernah dilakukan oleh warganya. Kecuali adalah perayaan esok sorenya yakni berbagai macam lomba, itupun waktu saya masih kecil memang sering dilakukan oleh warga secara mandiri, jadi ceritanya para warga dihimpun pak lurah mengumpulkan uang untuk merayakan berbagai perlombaan tujuhbelasan.  Namun sekarang perayaan atau perlombaan seperti itu kalau bukan dilakukan oleh Pemerintah yaa....siapa lagi. Entahlah, kesadaran kebersamaan se...

Bulan malam itu...

Postingan ini mungkin sedikit banyak narsis sih, selfie sukaesih sendiri di balkon kost-an demi melihat bulan purnama malam itu. bisa juga disebut masa-sama galau sih, kali aja diatas sana tiba-tiba ketemu stensil wajah jodoh...wooowww...!!!

Ujian Tesis

Tertanggal 23 Juli 2014, setelah melalui rangkaian pembimbingan, seminar proposal, penelitian, pembimbingan lagi, seminar hasil, lalu pembimbingan lagi dan akhirnya menjalani ujian tesis. Namun ujian ini tidak seperti ketika menuliskannya, beberapa kali merubah jadwal dan mencocokkan jadwal dengan dosen pembimbing dan penguji adalah hal yang harus dilewati untuk menuju saat-saat ujian. Tapi, secara umum proses perjalanan hingga titik ini memiliki hikmah tersendiri. banyak pelajaran luar biasa yang bisa diambil sambil terus mengasah titik kesabaran kita sebagai seseorang yang sedang menimba ilmu. Praktis, setelah menjalani Ujian Tesis tentu saya saat ini memiliki amanah yang bertambah. Penambahan Gelar Magister dibelakang nama bukanlah untuk gagah-gagahan bahwa sudah S2 tapi tanggungjawab yang lebih besar dari sebelumnya. Dengan ilmu ini mesti mengajarkan saya banyak hal untuk bisa membaginya dan menuntun diri sendiri untuk bisa lebih bermanfaat bagi orang lain.

Rafting Bersama Keluarga MAP

Postingan kali ini menceritakan dalam bentuk gambar-gambar, saat kami Keluarga Magister Administrasi Publik, Universitas Sebelas Maret menjalani liburan bersama yakni Rafting di sungai oyo, Magelang. Sebenarnya, peserta liburan ini bukan hanya mahasiswa MAP saja namun ada beberapa tambahan mahasiswa asing dari Thailand, Uzbekistan dan China, serta ada keluarga dosen kami yang ikut. Sebenarnya Liburan ini sudah lama direncanakan, hanya saja baru terlaksana pada tanggal 10 agustus kemarin. Liburan ini istilahnya satu paketan, yakni untuk liburan bersama MAP UNS angkatan 2012 (kegiatan ini dipelopori oleh angkatan ini), syukuran beberapa mahasiswa MAP yang selesai menjalani ujiannya, Halal bi Halal, Moment salam perpisahan untuk mahasiswa asing MAP UNS 2012 (Muhamma Lohmi dari Thailand dan Agapito Tilman dari Timor Leste), dan yang utamanya adalah sebagai ajang silaturahim.

Calon Pengantinku

Seperti apa krtiteria pengantinmu? Seorang teman bertanya padaku. Seseorang yang mampu menjaga sisi kekanak-kanakkanku, jawabku singkat. Bagi siapapun pasti memiliki kriteria tertentu untuk memberi standar bagi seseorang yang akan menjadi teman hidupnya. Sahabat dalam mengiringi suka duka kehidupan, menjalani setiap hal bersama dan memapukan diri atas apa-apa yang akan dihadapi sebagai konsekuensi dari adanya dua individu yang bersatu dalam tali pernikahan. Wajar saja sih menurut saya, kriteria tentu berdasarkan pada keinginan-keinginan tertentu. Karena apa? Tentu setiap orang punya cita-cita kedepan seperti apa. Dengan jalan memiliki sejumlah kriteria tentu, sebagai bagian dari pertimbangan logisnya untuk memilih teman hidupnya nanti. Pun, dalam agama diajarkan untuk memilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu bukan.

Tesis ini untuk (si)apa?

Setiap mahasiswa tingkat akhir, pasti diperhadapkan oleh kewajiban untuk menyusun skripsi, tesis dan disertasi berdasarkan tingkatan kesarjanaan masing-masing. Pada kondisi ini, biasanya adalah kegiatan yang paling menguras pikiran setiap mahasiswa. Bahkan bisa sampai kita mendengar ada beberapa mahasiswa malah cenderung tertekan dengan kewajiban ini. Disamping itu, hal ini juga biasanya menjadi alasan kenapa mahasiswa lama baru selesai. Saat ini, saya tengah menjalani kuliah pascasarjana di Universitas Sebelas Maret dan beberapa bulan lalu Alhamdulillah saya telah menyelesaikan seluruh rangkaian perkuliahan, tinggal menunggu waktu wisuda saja. Namun kemudian, setelah beberapa diskusi sama teman maupun perenungan sendiri. Saya kemudian berpikir, setelah membuat tesis mempertanggungjawabkannya di dean dosen, mencetaknya sebagai syarat wajib, dan menyerahkannya ke perpustakaan universitas. Muncul satu pertanyaan besar, tesis ini sebenarnya untuk (si)apa? Pernyataan ini m...